Detik-detik CCTV Bongkar Anggi Aulia Gadis 25 Tahun Dijatuhkan Pelaku dari Atas Tol Bogor
Rusaidah May 26, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Anggi Aulia Arsyad (25), gadis asal Kemang, Kabupaten Bogor, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Simpang Yasmin, Kota Bogor. 

Kematian Anggi Aulia, yatim piatu ini menyedot perhatian publik yang ditemukan tragis.

Polisi pun menelusuri penyebab kematian Anggi Aulia yang diduga menjadi kasus pembunuhan.

Dugaan pembunuhan pun terbongkar setelah rekaman CCTV memperlihatkan tubuh korban diduga dijatuhkan dari atas Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) oleh pelaku.

Baca juga: Curhatan Terakhir Anggi Aulia Arsyad, Gadis 25 Tahun Sebelum Tewas Dibuang di Jalanan Bogor

Sebelum kabar duka itu datang, keluarga sama sekali tidak menaruh curiga. 

Anggi hanya berpamitan untuk bertemu teman semasa SMK dan nongkrong sambil ngopi. 

Namun beberapa jam kemudian, perempuan yang dikenal ramah dan pekerja keras itu justru ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Sholeh Iskandar, Sabtu (23/5/2026) dini hari.

Korban ditemukan sekitar pukul 01.15 WIB dalam kondisi tanpa identitas maupun barang pribadi. 

Penemuan jasad tersebut langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya menangkap terduga pelaku di Tol Cisumdawu. 

Pelaku diketahui merupakan teman sekolah korban, bukan kekasih seperti isu yang sempat beredar di media sosial.

Keluarga korban pun terpukul. 

Anggi diketahui merupakan anak yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak masih kecil. 

Sosok yang selama ini menggantikan peran orang tua korban, Samsudin, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian keponakannya itu.

"Kebetulan saya pengganti orang tuanya, saya juga omnya merangkap orang tua. Almarhumah ini adalah keponakan saya, anak dari kakak saya, kebetulan ibunya itu saudara dengan saya dan kedua orang tuanya sudah meninggal," kata Samsudin kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Di mata keluarga dan rekan kerja, Anggi dikenal sebagai perempuan mandiri yang tekun bekerja. 

Perempuan kelahiran Makassar, 10 Agustus 2000 itu bekerja sebagai staf di sebuah kantor hukum di wilayah Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Fakta 4 Polisi Terlibat Pencurian 538 Balok Timah, 3 Oknum Aktif di Polda Babel, 1 Pecatan Polri DPO

Kerja kerasnya selama ini bahkan membuat Anggi mampu memiliki kendaraan pribadi di usia muda. 

Hal itulah yang membuat keluarga menduga pelaku sudah memiliki niat jahat sejak awal.

"Almarhum anak saya ini sudah rezekinya dibukakan sama Allah, dia sudah kerja punya mobil sendiri, dia udah punya motor mungkin temannya melihat di IG, FB atau statusnya," katanya.

Kecurigaan keluarga mengarah pada dugaan perampasan barang milik korban yang telah direncanakan sebelumnya.

"Seorang penjahat kalau melihat yang wah-wah kalau pikirannya jahat pasti ada akan dilaksanakan dan apalagi almarhum sudah diajak ngopi," ujar Samsudin.

PEMBUNUHAN - (kiri) Anggi korban pembunuhan yang jasadnya di buang di Jalan Soleh Iskandar, Yasmin, Kota Bogor pada Sabtu dini hari (23/5/2026). (Kanan) Pelaku pembunuhan yang tak lain adalah teman semasa SMK korban.
PEMBUNUHAN - (kiri) Anggi korban pembunuhan yang jasadnya di buang di Jalan Soleh Iskandar, Yasmin, Kota Bogor pada Sabtu dini hari (23/5/2026). (Kanan) Pelaku pembunuhan yang tak lain adalah teman semasa SMK korban. (Kolase Tribun Bogor)

Sebelum pergi malam itu, keluarga sebenarnya sempat mengingatkan Anggi agar tidak pulang terlalu larut. 

Korban juga memilih meninggalkan sepeda motornya di rumah dan pergi menggunakan mobil pribadi.

Pihak keluarga membantah isu yang menyebut pelaku adalah pacar korban. 

Menurut Samsudin, hubungan keduanya hanya sebatas teman sekolah.

"Itu (pelaku) bukan pacar. Kalau ada di media itu bukan, kalau alibi pacar saya membantah karena saya sebagai orang tua kalau dia pacar pasti tahu. Untuk itu, ini murni pelaku ada niat untuk berbuat mengambil sesuatu darinya (korban)," katanya.

Meski begitu, keluarga masih menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian terkait motif lengkap dalam kasus tersebut.

"Tapi saya yakin percaya motifnya adalah sudah direncanakan. Makanya harapan kami dia dikenakan pasal berlapis," ucapnya.

Sosok Anggi Aulia

Kepergian Anggi menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga rekan kerjanya.

Wanita usia 25 tahun itu merupakan anak yatim piatu yang telah ditinggal kedua orang tuanya sejak balita.

"Kebetulan saya pengganti orang tuanya, saya juga omnya merangkap orang tua. Almarhumah ini adalah keponakan saya, anak dari kakak saya, kebetulan ibunya itu saudara dengan saya dan kedua orang tuanya sudah meninggal," kata Samsudin kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Selama hidupnya Anggi dikenal sebagai pribadi baik, ramah, dan pekerja keras.

Baca juga: Dapat Kabar TBS Sawit Turun Rp500/Kg, Gubernur Babel Tak Tinggal Diam, Panggil Apkasindo Besok Senin

Wanita kelahiran Makassar, 10 Agustus 2000 ini diketahui bekerja sebagai staf di sebuah kantor hukum di kawasan Depok, Jawa Barat.

Di lingkungan kerjanya, Anggi dikenal sebagai pegawai yang disiplin dan profesional dalam menjalankan tugas.

Semasa hidupnya, korban yang merupakan seorang pekerja keras telah memiliki fasilitas kendaraan sendiri.

"Almarhum anak saya ini sudah rezekinya dibukakan sama Allah, dia sudah kerja punya mobil sendiri, dia udah punya motor mungkin temannya melihat di IG, FB atau statusnya," katanya.

Samsudin juga menduga kuat bahwa aksi pelaku sudah direncanakan sebelumnya.

Ia menduga bahwa pelaku itu sudah berniat jahat dan ingin mengambil barang-barang korban.

"Seorang penjahat kalau melihat yang wah-wah kalau pikirannya jahat pasti ada akan dilaksanakan dan apalagi almarhum sudah diajak ngopi," ujar Samsudin.

Saat pergi, Anggi memutuskan tidak menggunakan sepeda motor miliknya. Kendaraan roda dua itu sengaja ia simpan di rumah.

Korban memilih pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil pribadinya.

Sebelum Anggi berangkat, pihak keluarga sudah memberikan peringatan agar Anggi tidak pulang terlalu larut malam.

Ia menyebut pelaku yang ditangkap oleh polisi merupakan teman sekolah korban.

"Itu (pelaku) bukan pacar. Kalau ada di media itu bukan, kalau alibi pacar saya membantah karena saya sebagai orang tua kalau dia pacar pasti tahu. Untuk itu, ini murni pelaku ada niat untuk berbuat mengambil sesuatu darinya (korban)," katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait semua kronologi dan motif dari kasus yang menimpa korban.

"Tapi saya yakin percaya motifnya adalah sudah direncanakan. Makanya harapan kami dia dikenakan pasal berlapis," ucapnya.

Kronologi Ditemukan Tewas

Kabar meninggalnya Anggi pertama kali diterima keluarga sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Samsudin yang tengah bekerja di Jakarta langsung diminta pulang ke Bogor setelah mendapat telepon dari kerabatnya.

Setibanya di RS Hermina Kota Bogor, ia mendapati jasad korban sudah berada di mobil jenazah.

"Saya tidak ke TKP, saya sampai jadi almarhum di atas mobil jenazah dalam kondisi utuh, tapi sudah tidak bernyawa," tuturnya.

Baca juga: Tak Wajib 7 Tahun, Aturan Terbaru Masuk SD Tak Perlu Ijazah TK, Cuma Perlu Satu Syarat Ini

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi demi kepentingan penyidikan.

"Setelah kami menunggu surat kurang lebih 13.30 WIB, dikasih gambaran oleh dokter bahwa autopsi untuk kepentingan penyidikan. Saya juga tahu bahwa almarhumah utuh, cuma memar patah, tetapi tidak tahu isi dalamnya bagaimana, oke saya setuju," ungkapnya, dilansir dari Tribunnewsbogor.com.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya luka serius di sejumlah bagian tubuh korban.

"Dari situ kelihatan bahwa almarhumah meninggalnya dibuang dari atas tol," tambah Samsudin.

Polisi juga menemukan fakta penting dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil berhenti di bahu Tol BORR sebelum seseorang diduga menjatuhkan tubuh korban ke bawah tol menuju kawasan Simpang Yasmin.

"Benar," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

KASUS WANITA TEWAS -- Keluarga wanita tewas bernama Anggi Aulia yang ditemukan tergeletak di jalanan Bogor ingin pelaku dihukum berat. (Instagram/@bintangtimur_law)

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan tanpa identitas.

"Penemuan korban tergeletak di pinggir jalan diduga meninggal. Korban tidak ada identitas atau barang-barang pribadi dan tanpa identitas," kata Doddy saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Postingan Anggi Aulia

Dilihat dari media sosialnya, Anggi rupanya sempat menulis curhatan sebelum ditemukan tewas.

"Harus sehat ya.. Karena cuma ada 1 nyawa, bukan 9 nyawa," tulisnya di Thread.

Selain itu Anggi juga menulis tentang apresiasi terhadap diri sendiri.

"Hai diriku, Terima kasih untuk segala perjuangan yang sudah kamu lewati. Terima kasih sudah sampai di titik ini. 

Kamu berhasil menjadi versi terbaikmu walaupun banyak ovt dan nangisnya.

I’m really proud of you. You did it pretty.

Aku percaya bahwa masa depan yang cerah itu sungguh ada, meski perjalanan hidup ke depannya membawa banyak tantangan serta peluang and I know this is just the beginning not the end. Semangatttt," tulisnya pada 2025 silam.

Pelaku Ditangkap

Setelah mengantongi petunjuk dari hasil penyelidikan dan CCTV, polisi bergerak memburu pelaku yang mencoba melarikan diri keluar kota.

Baca juga: 5 Rekomendasi Khutbah Idul Adha 2026 Sedih dan Menyentuh Hati: Qurban untuk Ibu Lengkap PDF Terbaru

Dalam proses pengejaran di jalan tol, aparat bahkan sempat memberikan tindakan tegas karena pelaku tidak mengindahkan peringatan petugas.

"Betul (mengejar mobil) karena pelaku berusaha kabur, sudah dilakukan peringatan-peringatan tidak juga dilaksanakan, agar tidak membahayakan pengguna jalan tol lainnya, maka dilakukan upaya kepolisian dan tindakan tegas terukur," tutur Bagus Azi Lesmana saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Minggu (24/5/2026).

Pelaku akhirnya berhasil diamankan di kawasan Tol arah Paseh, Sumedang, dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jawa Barat.

"Info awal, pelaku sudah diamankan, ditangkap. Pelaku masih diamankan untuk sementara di Polda. Ya, di Polda Jabar. Ditangkapnya di tol arah Paseh," ucap Imam saat dihubungi Kompas.com, pada Sabtu (23/5/2026).

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com/TribunNewsmaker.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.