TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Progres pelaksanaan pembangunan jalan di Kota Pekanbaru, terus diapresiasi legislator di DPRD Pekanbaru.
Hingga Mei ini, sejumlah ruas jalan sudah diperbaiki, dan beberapa di antaranya kini akan diperbaiki aspal panjang.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho berjanji, pihaknya dalam waktu ini mengaspal jalan rusak di Dapil Kecamatan Marpoyan Damai, seperti Jalan Paus, Jalan Garuda, Jalan Arifin Ahmad, dan Jalan Rambutan.
Bahkan seiring dengan ini, Pemko juga akan memperbaiki infrastruktur pendukung lainnya, seperti drainase.
Langkah ini didukung Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan.
Politisi Gerindra ini berharap, langkah ini mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kita melihat Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Pak Agung dan Makarius, sudah menunjukkan progres pelaksanaan pekerjaan jalan yang patut diapresiasi. Kita acungkan jempol lah untuk pembangunan jalan,” aku Nurul Ikhsan kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (26/5/2026).
Disampaikan, percepatan pembangunan jalan ini, sejalan dengan karakter kepemimpinan yang mengutamakan penyelesaian akses dan jalur utama terlebih dahulu.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang harus segera diselesaikan. Terutama dalam penanganan banjir di Kota Pekanbaru.
“Harapan kita, kepemimpinan Pak Agung juga bisa menyelesaikan beberapa titik banjir yang ada di Kota Pekanbaru sesegera mungkin,” pintanya.
Khusus untuk drainase, lanjut Nurul, dia meminta Dinas PUPR dan Perkim, agar memperhatikan aspek teknis dalam pekerjannya.
Baca juga: Polres Kuansing Bongkar Sarang Narkoba Berkedok Bengkel di Benai Kuansing
Pembangunan drainase tidak cukup hanya mengikuti ukuran kontrak semata. Tapi juga harus memperhatikan elevasi dan kondisi kontur di lapangan.
“Jangan sampai di lapangan drainase dibangun sesuai kontrak satu kali satu. Tapi elevasinya berbeda jauh dengan kondisi di hulunya. Artinya, pembangunan harus mengikuti elevasi agar aliran air dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut ditegaskan, pembangunan drainase harus terkoneksi secara menyeluruh, hingga ke aliran akhir. Sehingga tidak hanya memindahkan banjir dari satu titik ke titik lainnya.
“Kita ingatkan juga, jangan sampai drainase atau parit yang dibangun, hanya menjadi pemindah banjir. Kita harus menyelesaikan masalah tanpa menciptakan masalah baru,” saran Nurul lagi.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).