Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Manuver politik terjadi di Kabupaten Pangandaran. Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kepastian bergabungnya Ino Darsono ke PSI disampaikan Ketua DPD PSI Kabupaten Pangandaran, Yayan Sugiyantoro, usai pertemuan Ino dengan Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026).
"Ya, hari ini Pak Ino Darsono resmi masuk PSI setelah bertemu langsung dan berdiskusi dengan Pak Jokowi sekitar 30 menit," ujar Yayan dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa siang.
Menurut Yayan, komunikasi antara PSI dan Ino Darsono sebenarnya sudah berlangsung intens dalam dua pekan terakhir. Bahkan, Ino sudah siap untuk membesarkan PSI di Pangandaran.
"Selama dua minggu terakhir kami intens berkomunikasi. Kemudian saya kenalkan juga kepada Ketua DPW PSI Jawa Barat, Kang Abang Ijo Hapidin. Akhirnya sekarang ada pertemuan di Solo," katanya.
Baca juga: Jembatan Sodongkopo Jadi Ikon Baru Wisata Pesisir Pangandaran yang Memikat Wisatawan
Meski demikian, Yayan menyebut posisi Ino Darsono dalam struktur kepengurusan PSI masih akan dibahas lebih lanjut.
"Kalau di pengurus belum masuk. Nanti kita lihat ke depan maunya seperti apa," ucap Yayan.
Sementara itu, dalam video yang beredar, Ino Darsono mengaku mantap memilih PSI sebagai kendaraan politik barunya setelah cukup lama berada di luar partai politik.
Ia mengungkapkan, langkahnya masuk PSI difasilitasi Ketua DPD PSI Pangandaran serta Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin.
"Saya dengan senang hati ikut. Dulu tahun 2011 saya masuk Partai Amanat Nasional, tetapi tahun 2018 saya mengundurkan diri. Maka hari ini saya berminat kembali masuk partai politik," kata Ino dalam video itu.
Ia pun mengaku mengidolakan sosok Joko Widodo yang menjadi satu alasan utama dirinya memilih PSI.
"Salah satu partai yang paling saya minati adalah PSI. Karena di mata saya Pak Jokowi itu orang yang paling hebat. Mudah-mudahan saya bisa ketularan ilmu beliau," ujarnya. (*)