Keluarga Ragukan Motif Sakit Hati, Sebut Febry Ambon Incar Mobil dan Harta Anggi sejak Awal
Megan FebryWibowo May 26, 2026 07:43 PM

- Motif pembunuhan Anggi Auliya Arsyad (25) yang jasadnya dibuang di Simpang Yasmin Bogor disebut polisi karena sakit hati tersangka Muhammad Febry alias Febry Ambon (26).

Namun, keluarga korban yang diwakili paman sekaligus ayah angkat Anggi, Samsudin, meragukan motif ini.

Samsudin menduga sedari awal Febry ingin menguasai harta korban dan merencanakan pembunuhan.

Pengakuan Febry kepada polisi, ia sakit hati kepada Anggi yang menanyakan kabar orang tuanya di pertemuan pertama.

Padahal orang tua Febry sudah meninggal.

Percakapan soal orang tua tak selesai sampai di situ.

Anggi kembali melontarkan candaan seakan meledek Febry yang sudah tidak memiliki orang tua.

Seats saat itu, Febry memendam sakit hati.

Dua minggu berselang, Febry berniat bertemu Anggi lagi.

Pada pertemuan itu Febry memperlihatkan golok, lalu mengancam akan melakukan pembunuhan.

Samsudin curiga Febry melakukan hal itu bukan sekadar sakit hati, tapi karena ingin mengincar harta Anggi.

Keduanya baru berkenalan atau komunikasi sejak awal Mei 2026.

Padahal Anggi dan Febry satu sekolah di SMK Wiyata Mandala Bogor.

Menurut Samsudin, Anggi sudah memiliki pekerjaan yang mapan, punya mobil sendiri, dan aktif di dunia maya.

Pencapaiannya sering ia pamerkan di media sosial seperti Instagram.

Postingan itu yang diduga memicu niat jahat dari pelaku.

“Mungkin temannya melihat di postingannya, seorang penjahat kalau melihat yang seperti itu, kalau pikirannya jahat, pasti ada keinginan perbuatan jahat. Jadi sudah punya niat jahat,” lanjutnya.

Selain karena postingan Anggi, Febry juga mencoba memeras korban.

Di pertemuan kedua, Febry meminta sejumlah uang kepada Anggi.

Ia mengancam akan membunuh jika Anggi tidak memberikan uang tersebut.

Namun Anggi enggan menuruti perintah Febry hingga kemudian lehernya dijerat oleh pelaku menggunakan dasi sampai pingsan.

Tak lama, Anggi dilempar dari atas Tol BORR karena pelaku melihat Anggi bergerak.

Jasad korban kemudian ditemukan di Simpang Yasmin Bogor.

Usai melakukan aksi tersebut, Febry langsung kabur ke wilayah Garut dengan membawa mobil milik Anggi.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Bagus Azi Lesmana mengatakan, Febry mengendarai mobil milik Anggi ke arah pantai di Garut.

“Alasannya ke pantai katanya. Ke pantai, mungkin mau refreshing kali,“ kata Kompol Bagus.

Selain mobil, Febry juga membawa uang Rp4 juta milik korban beserta barang berharga lainnya seperti dompet dan pakaian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.