TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana Minggu siang di wilayah Bojong, Kabupaten Pekalongan mendadak berubah ricuh akibat aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga merupakan pelajar SMP.
Rombongan remaja tersebut terlihat melintas di sejumlah ruas jalan sambil menggeber sepeda motor mereka secara beramai-ramai.
Aksi konvoi itu sontak menarik perhatian warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalan utama Bojong.
Beberapa pengendara bahkan tampak memperlambat laju kendaraan karena khawatir terjadi keributan di tengah jalan.
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Selasa (26/5/2026), suasana semakin memanas ketika rombongan tersebut berhenti di depan SMP 1 Bojong Pekalongan.
Sejumlah remaja kemudian turun dari motor dengan emosi yang tampak meluap-luap.
Mereka terlihat melakukan aksi menendang gerbang sekolah hingga menimbulkan suara benturan keras yang mengejutkan warga sekitar.
Tak hanya itu, beberapa remaja juga terdengar meneriakkan kata-kata kasar di depan area sekolah.
Aksi tersebut membuat suasana sekitar sekolah mendadak tegang dan menjadi tontonan warga yang melintas.
Baca juga: Modus Penjualan Paksa di Pekalongan, Warga Diancam Usai Diberi Barang Elektronik, Ditagih Rp2 Juta
Sebagian warga mengaku khawatir aksi para remaja itu bisa memicu kerusakan fasilitas sekolah maupun bentrokan dengan pihak lain.
Beberapa pengguna jalan juga tampak memilih menjauh karena takut situasi berubah semakin tidak terkendali.
Konvoi yang dilakukan para remaja itu dinilai sangat mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat sekitar.
Warga berharap aksi serupa tidak kembali terulang di kawasan Bojong yang selama ini dikenal cukup kondusif.
Peristiwa tersebut juga memunculkan kekhawatiran soal perilaku remaja yang dinilai semakin berani melakukan tindakan di luar batas kewajaran.
Masyarakat menilai pembinaan terhadap pelajar perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi aksi yang lebih berbahaya.
Selain meresahkan warga, aksi konvoi liar juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Baca juga: Pengakuan Santriwati di Pekalongan Melahirkan Tapi Tak Pernah Berhubungan, Ayah Ikhlas: Ini Takdir
Apalagi sebagian remaja terlihat mengendarai motor secara ugal-ugalan di tengah arus kendaraan yang cukup ramai.
Warga berharap pihak sekolah, orang tua, dan aparat setempat dapat bekerja sama untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas para pelajar.
Masyarakat juga meminta adanya pendekatan pembinaan agar para remaja tidak salah pergaulan dan terlibat aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Hingga kini, aksi konvoi remaja di depan SMP 1 Bojong Pekalongan itu masih menjadi perbincangan hangat warga karena dinilai mencoreng ketertiban dan ketenangan lingkungan sekitar.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)