- Kakak Anggi Auliya Arsyad, Filda menceritakan curhatan terakhir sang adik sebelum ditemukan tewas di Jalan KH Sholeh Iskandar Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu (23/5/2026).
Sembari menangis pilu, Filda pun mengurai sosok Anggi semasa hidup.
Filda masih tak menyangka adik kesayangannya itu meninggal dunia dengan cara tragis.
Karena itu, Filda pun berharap pelaku pembunuhan Anggi, MF dihukum berat.
Seperti diketahui, Anggi tewas setelah tubuhnya dilempar dari atas flyover Tol BORR Bogor pada Sabtu dini hari.
Sebelum melempar korban, MF terlebih dahulu membuat Anggi tak sadarkan diri.
Mengetahui perbuatan keji pelaku, Filda yang mendatangi Polresta Bogor Kota pada Senin (25/5/2026) pun mengungkap harapannya.
Filda kesal saat tahu adiknya dibuang dari flyover tol.
“Aku mau (pelaku) dihukum mati ya, bukan seumur hidup. Kalau seumur hidup kan masih bisa remisi. Hukuman mati. Bayangin aja kan andai dia (korban) digeletak di jalan, (bisa) masih hidup, ini kenapa harus dibuang?” ungkap Filda.
Curhat terakhir korban
Lebih lanjut dalam akun media sosialnya, Filda membagikan momen terakhir ia membersamai Anggi.
Di videonya terlihat Filda mendampingi jenazah Anggi yang akan dibawa ke rumah duka.
Sembari melintasi TKP tempat Anggi meninggal dunia, Filda dibuat syok.
Filda lantas mengenang curhatan terakhir sang adik sebelum meninggal dunia.
Ternyata Anggi sempat berjanji bakal pulang ke kampung halamannya di Makassar.
Anggi juga mengungkap keinginannya untuk pakai baju yang sama dengan kakaknya.
Tapi kini keinginan Anggi untuk pulang ke Makassar telah pupus.
“Anggi Auliya Arsyad. Gak pikir seberapa jauh jaraknya kamu. Intinya harus datang. Kita udah janjian dek mau seragaman bareng. Mau jalan bareng bulan depan. Kamu udah janji mau pulang ke Makassar,” pungkas Filda.
Motif dan kronologi pembunuhan
Sebelumnya, pelaku pembunuhan yakni MF menceritakan soal motif ia tega menghabisi nyawa Anggi.
MF dan Anggi adalah teman semasa SMK.
Setelah lama tidak berkomunikasi, tersangka menghubungi kembali melalui direct message (DM).
“Dan pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di daerah Air Mancur,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (25/5/2026).
Saat bertemu, MF mengaku sakit hati karena ucapan Anggi yang menyinggung orang tuanya.
Kata pelaku, kala itu Anggi menanyakan kepada tersangka kabar orangtuanya.
Tersangka mengaku sudah tidak punya orang tua.
Kata Rio, tersangka merasa sakit hati dan akhirnya mengajak kembali bertemu pada Jumat, 22 Mei 2026.
“Kemudian, karena sakit hati yang mendalam, 2 minggu kemudian si tersangka mengajak ketemu kepada korban, yaitu terjadi pada tanggal 22 Mei hari Jumat,” ujar Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Di pertemuan kedua, korban tidak tahu bahwa tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan untuk melakukan pembunuhan.
Lalu di dalam mobil korban, tersangka memperlihatkan golok dan mengancam akan melakukan pembunuhan.
Saat itu tersangka memberikan penawaran jika mau berdamai, korban harus mengeluarkan sejumlah uang.
“Tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta apa? Minta uang. Si korban tidak mau,” ujarnya.
MF pun akhirnya nekat menjerat leher Anggi menggunakan dasi biru sampai pingsan di daerah Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dalam kondisi pingsan, Anggi dibawa berputar-putar dalam keadaan tidak sadar.
“Ketika memasuki area Yasmin atau Sholeh Iskandar, korban menurut pengakuan tersangka bahwa korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video tadi yang dilempar dari jalan tol ke bawah,“ ujarnya.
Atas perbuatannya itu, tersangka pun langsung ditahan di Rutan Mako Polresta Bogor Kota.
MF alias Febry terancam hukuman penjara selama 15-20 tahun.