Dulu Mangkir Kini Merengek Ingin Menikah, Anggota Densus 88 Briptu Alim Ditolak Calon Istri
Pipit Maulidya May 26, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Penyesalan memang selalu datang terlambat. Ungkapan ini menggambarkan nasib pilu yang menimpa Briptu Alfandi Alim, seorang anggota Densus 88 Anti Teror (AT) Polri.

Setelah sempat tidak hadir di hari pernikahannya sendiri, kini giliran dirinya yang harus meratapi nasib karena ditinggalkan sepenuhnya oleh sang kekasih, Anisa (25).

Meski Briptu Alim telah memohon-mohon dan menyatakan cintanya yang mendalam, pintu hati Nisa sudah tertutup rapat.

Briptu Alim kini justru harus menghadapi kenyataan pahit, tidak hanya ditinggal Nisa, ia juga dilaporkan ke Propam, dan terancam dipecat dari institusi Polri.

Baca juga: Imbas Briptu Alim Mangkir di Pernikahan, Calon Istri Somasi Rp400 Juta hingga Dilaporkan Propam

Nisa Pilih Jalur Hukum

Drama asmara yang berujung tragis ini memuncak ketika Briptu Alim didampingi kesatuannya mencoba datang ke rumah Nisa di Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan.

Namun, kekecewaan Nisa yang terlanjur mendalam akibat insiden batalnya pernikahan pada 16 Mei 2026.

Saat meluapkan isi hatinya dalam program Saksi Kata di kanal YouTube Tribun Ternate, Nisa menegaskan bahwa ia sama sekali tidak sudi kembali ke pelukan Briptu Alim.

"Kalau dari saya sudah tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan. Jadi proses hukum tetap berjalan," tegas Nisa tanpa ragu.

Nisa menceritakan, kecurigaannya sebenarnya sudah muncul sebelum hari pernikahan, tepatnya setelah mereka pergi membeli mas kawin bersama.

Hal inilah yang membuatnya bulat untuk meninggalkan Briptu Alim.

"Sepulang beli mas kawin, kita mampir makan, terus saya sengaja mau pinjam HP dia. Tapi, dia tuh langsung tarik tidak mau saya pegang HP-nya lama-lama. Saya curiganya di sini," imbuh Nisa.

Briptu Alim Mau Lanjutkan Pernikahan

Di sisi lain, Briptu Alim tampaknya sangat terpukul dengan keputusan tegas Nisa yang memilih pergi meninggalkannya.

Kanit Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, Iptu Herry Rinsampessy, membeberkan bagaimana anggotanya tersebut sangat berharap kepada Nisa.

"Fandi mau melanjutkan pernikahan dan dia siap mencintai Nisa dan mau menjaga," ujar Iptu Herry.

Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur.

Iptu Herry menyadari bahwa tindakan Briptu Alim yang sempat menghilang di hari pernikahan telah menyisakan trauma berat.

Pihak kesatuan pun hanya bisa pasrah dan menghormati keputusan Nisa yang memilih meninggalkan Briptu Alim.

Terancam PTDH

Nasib Briptu Alim kini berada di ujung tanduk. Tak hanya harus menerima kenyataan pahit dicoret dari kehidupan wanita yang dicintainya, ia juga terancam kehilangan pekerjaannya sebagai abdi negara.

Nisa yang terlanjur sakit hati telah melaporkan Bripfu Alim ke Propam Mabes Polri.

"Untuk Bapak Kapolri dan Bapak Kadensus 88 saya berharap untuk proses dan menindaklanjuti anggota Bapak karena sudah membuat pelanggaran dan saya berharap untuk proses PTDH (pemecatan) anggota Bapak yaitu Briptu Alfandi Alim," tuntut Nisa mengakhiri wawancara.

Pihak Densus 88 sendiri memastikan bahwa proses hukum internal akan tetap berjalan.

"Nama institusi tetap akan ada pembinaan sebagai anggota, mau disiplin atau apa itu nanti dari pimpinan," tandas Iptu Herry.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.