Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melakukan panen 1,1 ton labu madu untuk menguatkan gerakan pertanian perkotaan (urban farming).

"Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam budidaya tanaman pangan yang produktif dan bernilai ekonomi," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam panen serentak di Kelompok Tani Apel, Kelurahan/Kecamatan Pesanggrahan, Selasa.

Anwar mengatakan, kegiatan panen serentak ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan keluarga, optimalisasi pemanfaatan lahan perkotaan, serta penguatan gerakan urban farming di wilayah Jakarta Selatan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, labu madu dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena memiliki kandungan kaya akan serat, vitamin A, C dan Beta Karoten.

Sayuran ini sangat baik untuk mendukung kesehatan mata, memperkuat kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan jantung.

"Apabila dikonsumsi atau dibagikan kepada anak-anak stunting, labu madu ini juga memiliki nilai gizi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak," kata Diah.

Kegiatan panen hari ini dilaksanakan di 167 lokasi, yang terdiri dari urban farming TP PKK 75 lokasi, RPTRA 62 lokasi dan kelompok tani dan pertanian perkotaan 30 lokasi.

Adapun total hasil panen yang berhasil dihimpun, selain labu madu 1,1 ton, terdapat juga sayuran lainnya seperti, pakcoy, kangkung, cabai, terong, tomat dan bayam sebanyak 710,50 kilogram (kg), buah-buahan 295 kg dan ikan nila serta lele 150 kg.