Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Stupa yang ditemukan di Desa Nepen, Kecamatan Teras diharapkan tetap di tempatkan di desa tersebut.
Sebab, banyak temuan batu, fragen yang diduga benda objek cagar budaya di kawasan desa ini.
Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin mengatakan, dengan ditempatkannya stupa ini tetap di Desa Nepen sejarah akan terjaga.
“Di Desa Nepen ini banyak sekali ditemukan struktur objek diduga cagar budaya seperti Prigen, lapik candi, termasuk lingga yoni. Stupa lain juga pernah ditemukan,” lanjutnya.
Farid mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak sudah dilakukan untuk penempatan stupa ini.
“Dengan alasan sejarah dari Desa Nepen ini tidak hilang. Dari pemdes dan masyarakat siap merawat dan menjaga dengan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya Selasa (26/5/2026).
Stupa yang ditemukan di Desa Nepen, Kecamatan Teras, masih menjadi misteri.
Stupa setinggi 1,25 meter dengan diameter bawah 1,30 meter itu ditemukan tak jauh dari temuan lapik atau bagian dari stupa yang ditemukan sebelumnya.
Ada dua lapik atau lingkaran batu besar yang ditemukan di sekitar lokasi ini.
Stupa sendiri merupakan komponen bangunan candi atau tempat ibadah umat Buddha pada masa lampau.
Farid, menyebut ada dua kemungkinan terkait temuan stupa ini.
Pertama, lokasi tersebut dulunya merupakan bangunan candi.
Kemungkinan kedua, lokasi ini dulunya merupakan workshop tempat pembuatan struktur candi.
Benda berbentuk tabung menyerupai mangkuk tertutup itu ditemukan warga saat pembukaan jalan pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat membuat jalan, alat berat menggali tanah dan operator merasakan bucket mengenai benda keras dan berat.
Bagian batu kemudian sedikit muncul ke permukaan.
Sopan, pemilik lahan, kemudian mendatangi batu tersebut dan menggali dengan tangan.
Baca juga: Penemuan Stupa di Boyolali Misterius, Diduga Bagian Bangunan Candi atau Workshop Pembuatan Candi
Benar saja, setelah digali di sekitarnya, ternyata batu berukuran besar.
Tanah di sekitar batu itu kemudian digali untuk memasukkan tali.
Batu tersebut lalu diangkat.
“Saat ditemukan itu posisinya ambruk. Bagian puncaknya menghadap tenggara,” kata Sopan.
Setelah dibersihkan perlahan, bentuknya mulai terlihat jelas.
Sopan mengaku semakin yakin benda itu memiliki keterkaitan dengan temuan sebelumnya karena diameter keduanya sama persis dan bentuknya saling melengkapi. (*)