ITDC Komitmen Terapkan Praktik Green Tourism di Tiga Destinasi yang Dikelolanya
Ngurah Adi Kusuma May 26, 2026 06:32 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerima penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau dari Tribun Bali, atas komitmen ITDC dalam mengimplementasikan praktik green tourism di kawasan yang dikelola, yakni The Nusa Dua, Bali; The Mandalika, Nusa Tenggara Barat; dan The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur.

Penghargaan akan diserahkan di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, pada Jumat 29 Mei 2026 mendatang menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan destinasi dengan menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan bahwa pengelolaan pariwisata hijau tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata di masa depan.

Baca juga: Kantin "Anyar" Senilai Rp 2,6 M di Puspem Mulai Dibuka, Dari 12 Kios Baru 3 Terisi

“Bagi ITDC, pariwisata hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan keberlanjutan destinasi di masa depan,”

“Kami meyakini bahwa pembangunan dan operasional kawasan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,”

“Karena itu, melalui implementasi di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori, kami terus memperkuat praktik green tourism melalui berbagai inisiatif yang mendorong efisiensi sumber daya, konservasi lingkungan, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pariwisata,” kata Ahmad Fajar, Selasa 26 Mei 2026.

Di The Nusa Dua, Bali, praktik pengelolaan berkelanjutan diterapkan melalui sistem utilitas terpadu yang mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. 

Baca juga: Virus ASF Serang Babi di Bali, Kasus Mulai Merebak, Peternak Diminta Tingkatkan Biosecurity

The Nusa Dua memakai teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, sistem pengolahan air limbah, serta distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). 

Upaya tersebut diperkuat melalui pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas composting kawasan yang dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.

Sementara itu, di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, green tourism diwujudkan melalui konservasi ekosistem pesisir, pengembangan ruang terbuka hijau, program penghijauan, penanaman pohon dan mangrove, hingga kegiatan beach clean-up yang melibatkan masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). 

Berbagai inisiatif tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Sebagai bagian dari penguatan ekowisata, ITDC merencanakan pengembangan kawasan konservasi mangrove seluas 47,8 hektar di The Mandalika yang akan difungsikan sebagai Mandalika Mangrove Sanctuary, pusat konservasi sekaligus edukasi lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan.

Adapun di The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur, ITDC mengembangkan kawasan yang berbasis sustainable marine-based and ecotourism destination. 

Yakni dengan mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam dan pengembangan pariwisata premium berbasis Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). 

Baca juga: Pelaku Penusukan di Denpasar Ditangkap, Berawal dari Candaan Korban, Berto Tikam Pisau Tepat di Dada

Pendekatan ini diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem kawasan.

Ahmad Fajar menambahkan bahwa penghargaan yang diraih, menjadi dorongan bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip green tourism secara konsisten di seluruh destinasi yang kami kelola,”

“Fokus kami bukan hanya menghadirkan destinasi berkelas dunia dari sisi infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga memastikan pengelolaannya memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor pariwisata nasional melalui pendekatan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sejalan dengan komitmen itu, ITDC akan terus memperkuat praktik pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan destinasi yang berdaya saing, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.