TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusahakan pekerjaan baru bagi warga Jawa Tengah yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu disampaikan oleh Luthfi setelah Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kudus, Selasa (26/5/2026).
“Antisipasinya adalah dinas tenaga kerja yang akan memainkan untuk mengaktifkan kembali masyarakat kita yang kena PHK,” kata Ahmad Luthfi.
Saat potensi PHK itu terjadi, kata Luthfi, pihaknya sudah melakukan antisipasi termasuk menggandeng Satgas dari Polri agar para pekerja yang terkena PHK bisa kembali bekerja di perusahaan lain di wilayahnya. Hal ini merupakan respons adanya potensi PHK ribuan karyawan di Jawa Tengah termasuk di Jepara.
Menurut Luthfi, sektor padat karya menjadi penopang ekonomi di Jawa Tengah saat ini. Termasuk pertumbuhan ekonomi yang pada awal 2026 tercatat 5,89 persen.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 5,61 persen. Pertumbuhan ini menurut Luthfi yang paling menunjang dari sektor padat karya.
“Yang paling menunjang adalah investasi terutama adalah padat karya. Jadi, di tempat kita padat karya mulai dari alas kaki, kemudian pakaian, kemudian tekstil, garmen, dan lain sebagainya itu sangat menunjang sekali,” kata dia.
Baca juga: Bupati Kebumen Salurkan Delapan Ekor Sapi Kurban, 3 Kurban Pribadi
Sektor padat karya memang menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan. Menurut Luthfi sektor ini mampu menyerap hampir 410 ribu warga di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Untuk itu agar ekonomi Jawa Tengah tetap gagah di tahun-tahun berikutnya, Luthfi memastikan kemudahan investasi demi lahirnya industri baru di Jawa Tengah. Ke depan, kata Luthfi, arahnya ke industri padat modal. Beberapa wilayah di Jawa Tengah, katanya sudah siap untuk itu.
“Contohnya wilayah Banyumas, Pati, kemudian Rembang, terus Sragen, terus Demak, kemudian mana lagi, banyak ada 12 kabupaten kota menerapkan terkait dengan kawasan industri baru untuk menumbuhkan ekonomi baru di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Target investasi yang bermuara pada industri baru ini tidak melulu hanya penanaman modal asing. Tetapi modal dalam negeri juga akan tetap diupayakan demi mengerek pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. (Goz)