TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Orang tua asuh Anggi Auliya Arsyad rupanya bukan orang sembarangan. Dia merupakan prajurit TNI.
Anggi dibunuh karena pelaku, Muhamad Febry (26) merasa tersinggung.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan dalam pertemuan awal, Anggi Auliya Arsyad menanyakan soal orang tua Febry.
"'Dimana orang tua mu ?'," katanya.
Febry mengaku kini sudah menjadi yatim piatu.
"Tersangka menyampaikan 'saya sudah tidak punya orang tua'," katanya.
Percakapan soal orang tua tak selesai sampai di situ, menurut Rio berdasarkan pengakuan Febry, Anggi masih tetap melayangkan sejumlah pertanyaan.
"Ada kalimat yang buat tersangka sakit hati," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Azi Lesmana mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku, Anggi menertawakan Febry yang tak punya orang tua.
"Saat bertemu ternyata korban melontarkan satu kalimat yang membuat tersangka tersinggung. Pengakuan tersangka, korban menyebutkan, 'kasihan yah tidak punya orang tua', dengan nada sambil tertawa," katanya.
Padahal sejatinya Anggi pun besar tanpa orang tua kandung.
Dia dirawat Samsudin, anggota Kopassus.
Baca juga: Detik-detik Anggi Dilempar dari Tol BORR Yasmin Bogor, Febri Sebut Korban Masih Bergerak-gerak
"Dia tinggal di Bogor sama keluarga istri saya," jelas Samsudin.
Anggi merupakan lima bersaudara.
Dia kelahiran Makassar.
Dia kini menjadi tulang punggung bagi dua adiknya.
"Kebetulan almarhum mandiri dengan kehidupannya kemudian setiap ada rejekinya ditampilkan sehingga mungkin almarhum sering memperlihatkan rejekinya di status maupun di IG-nya. Mungkin ada temannya merasa wah ini bisa digarap, atau pikiran jelek ini bisa dimanfaatkan," kata Samsudin.
Baca juga: Keberadaan Pacar Saat Wanita Tewas di Yasmin Bogor, Anggi Pergi dengan Pria Lain Berujung Maut
Dilihat dari postingan Khumairah sang kakak, tampak suasana di dalam mobil ambulan.
Dia bersama Samsudin yang saat itu masih mengenakan seragam TNI.
"Bukan bapak angkat. Paman dia adeknya mama almarhumah tpi dri kecil dia yg besarin kami semua," tulis Khumairah di TikTok.
Ia menjelaskan mereka sejak kecil dirawat keluarga Samsudin di Bogor.
Pasalnya Samsudin bertugas di Kopassus Bogor.
"Iye dia Asli Bugis Makassar, merantau ke bogor karna paman kami yg sdh sebagai bapak kami itu Kopassus tugas di bogor," jelasnya.
Nahas nasib Anggi berakhir tragis di tangan Febry Ambon.
Febry merupakan teman saat Anggi sekolah di SMK Wiyata Mandala, Kabupaten Bogor.
Mereka bertemu 2 Mei 2026 di Air Mancur Kota Bogor setelah berkomunikasi lewat direct message (DM) media sosial.
Dalam pertemuan itulah Febry merasa sakit hati.
Kemudian dia kembali mengajak Anggi bertemu.
Dalam mobil Toyota Yaris milik Anggi, Febry mengancam menggunakan golok.
Dia meminta sejumlah uang jika ingin berdamai, namun Anggi menolak.
Baca juga: Dikenal Baik, Wanita yang Tewas di Yasmin Bogor Ternyata Hina Pelaku Sambil Tertawa : Kasihan Yah
Febry lantas menjerat Anggi menggunakan dasi sampai pingsan.
Selama tak sadarkan diri, Anggi diajak berkeliling.
Sesampainya di Tol BORR kawasan Tanah Sareal, Anggi sadar.
Febry pun nekat membuang tubuh Anggi yang masih bernyawa dari ketinggian 20 meter di Tol BORR ke Simpang Yasmin, Jalan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Setelah itu Febry kabur ke arah Garut.
Dia berniat kabur ke pantai.
Namun perjalanan Febry diberhentikan polisi sampai mobilnya terguling.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t