TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kelompok Budidaya Jamur di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) bisa tersenyum lebar.
Mereka begitu senang dan antusias setelah mendapatkan material dan bibit jamur dari PT Angkasa Pura Indonesia/Injourney Airports Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.
"Alhamdulillah bisa mendapatkan bantuan lagi, bibit jamur ini akan kami kembangkan dengan baik," kata Wakil ketua Kelompok Budidaya Jamur Insan Madani, Sa'id Abdurahman, Selasa (26/5/2026).
Dia mengaku ini akan dimanfaatkan secara baik dan benar-benar di lestarikan.
"Bantuan ini menjadi angin segar," akunya.
Pasalnya, dengan ketersediaan bibit unggul dan sarana budidaya yang lebih lengkap, dia berharap dapat meningkatkan kualitas hasil panen jamur.
Memenuhi kebutuhan pasar lokal, bahkan berpeluang menyuplai kebutuhan di lingkungan bandara maupun kafe dan rumah makan di Tanjungpinang.
Tidak hanya sekadar bantuan sosial, kehadiran PT Angkasa Pura Indonesia/Injourney Airports Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang di tengah masyarakat kini diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
Langkah ini menjadi terobosan baru dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka.
Jika sebelumnya bantuan lebih bersifat pemenuhan kebutuhan mendesak, kini Injourney Airports melalui program Berdaya UMK berfokus pada pemberian modal usaha dan pembinaan agar masyarakat memiliki keterampilan serta produk yang bernilai jual tinggi.
General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, menjelaskan bahwa budidaya jamur dipilih karena dinilai memiliki prospek bisnis yang cerah, mudah dikembangkan, dan berpotensi menjadi komoditas unggulan lokal yang menyejahterakan pelakunya.
"Bantuan bibit dan bahan material ini kita berikan bukan hanya untuk dikonsumsi atau dipakai habis, tapi kami ingin ini menjadi awal dari usaha produktif. Tujuannya jelas, agar kapasitas produksi kelompok ini meningkat, mereka bisa mandiri, dan pada akhirnya berputar roda ekonominya sendiri," kata Setiadi.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia menegaskan bahwa keberadaan bandara tidak hanya berfungsi melayani jasa penerbangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.
Melalui program Berdaya UMK, Injourney Airports berkomitmen mendampingi pelaku usaha mikro dan kecil agar semakin tangguh dan berdaya saing.
"Kami berkomitmen hadir memberikan dampak nyata. Kalau dulu kita bantu alat bantu jalan, kacamata, atau paket sembako saat Lebaran, mulai tahun ini kami juga perkuat sisi ekonomi produktif. Kami ingin masyarakat di sekitar wilayah kerja kami memiliki mata pencaharian tambahan yang berkelanjutan," kata dia.
Diketahui, sejak awal tahun 2026 ini, berbagai program CSR telah digulirkan Bandara Raja Haji Fisabilillah, mulai dari bantuan kaki palsu, kacamata baca, paket bantuan saat hari raya, hingga kini merambah ke sektor produktif seperti pertanian dan budidaya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).