Bagikan Daging Pakai Besek dan Daun Jati, Wonosobo Larang Plastik
Daniel Ari Purnomo May 26, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyokong penuh pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 tanpa menghasilkan sampah plastik. Langkah ini digerakkan melalui aksi peduli lingkungan demi mewujudkan wilayah yang lebih bersih, sehat, sekaligus berkelanjutan.

Seruan positif tersebut secara resmi dituangkan dan disebarluaskan lewat lembaran Surat Edaran (SE) Bupati Wonosobo Nomor 600.4.15/1115/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2026 Tanpa Sampah Plastik.

Melalui penerbitan surat edaran instruktif tersebut, segenap warga masyarakat, unsur panitia kurban, hingga jajaran pengurus tempat ibadah diimbau keras untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam seluruh rangkaian prosesi Iduladha, terkhusus pada saat pembagian paket daging kurban dilakukan.

Baca juga: Naik 55 Kg Sejak Maret, Sapi Belgian Blue Presiden Siap Potong

Kebijakan strategis ini sengaja diambil oleh pemerintah daerah sebagai salah satu upaya nyata dalam menekan lonjakan timbulan sampah plastik, yang polanya kerap kali kedapatan meningkat tajam setiap kali momen perayaan Iduladha berlangsung di tengah masyarakat.

Esensi Hari Raya Iduladha sejatinya tidak hanya sekadar menjadi momentum sakral guna meningkatkan kadar keimanan sekaligus kepedulian sosial melalui ibadah penyembelihan kurban saja. Lebih dari itu, perayaan ini juga harus dipandang sebagai kesempatan emas dalam memupuk kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem lingkungan sekitar.

Mengusung semangat dan semboyan utama “Berkurban dengan Ikhlas, Menjaga Lingkungan dengan Tuntas”, segenap elemen masyarakat Wonosobo diajak untuk bergotong-royong menciptakan atmosfer perayaan Iduladha yang jauh lebih ramah terhadap lingkungan.

Dalam tataran teknis pelaksanaan di lapangan, pihak pemerintah daerah mendorong penuh pengaplikasian lima langkah nyata demi mewujudkan Iduladha bebas sampah plastik. Pada langkah pertama, panitia diminta untuk menyediakan sarana serta prasarana pengelolaan sampah yang sudah terpilah di titik lokasi penyelenggaraan Salat Iduladha maupun di lokasi pembagian daging kurban, agar kebersihan lingkungan tetap tertata rapi.

Sementara untuk langkah kedua, pemerintah menekankan pentingnya mengampanyekan gerakan Iduladha tanpa sampah plastik dengan memanfaatkan media poster, platform media sosial, bentangan spanduk, hingga sosialisasi tatap muka secara langsung agar pesan kepedulian lingkungan ini dapat menjangkau publik secara masif.

Selanjutnya pada langkah berikutnya, warga masyarakat juga diajak untuk aktif membawa wadah sendiri dari rumah saat hendak mengambil jatah pembagian daging kurban. Pihak panitia pun diimbau serupa untuk menekan penggunaan kantong kresek sekali pakai dan lebih mengutamakan pemanfaatan wadah yang sifatnya dapat digunakan secara berulang kali.

Sebagai opsi pengganti kantong plastik konvensional, masyarakat sangat dianjurkan untuk beralih menggunakan aneka wadah alternatif yang ramah terhadap lingkungan, seperti besek anyaman bambu, daun pisang, daun jati, wadah anyaman lidi, maupun jenis wadah pakai ulang lainnya. Selain memiliki keunggulan karena karakternya yang jauh lebih mudah terurai di alam, penggunaan media wadah tradisional tersebut juga dinilai efektif membantu mengurangi angka pencemaran lingkungan akibat endapan sampah plastik.

Pihak pemerintah daerah juga tidak bosan-bosan mengingatkan warga untuk sedapat mungkin menghindari pemakaian kemasan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk didaur ulang, serta menginstruksikan agar tidak membuang sampah secara sembarangan di lokasi acara.

Sebab, tata kelola sampah yang tertib dan baik merupakan bagian instrumen penting dalam melahirkan lanskap lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman selama jalannya pelaksanaan Iduladha. Melalui gerakan terpadu ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bahu-membahu menjaga keasrian lingkungan hidup sekaligus menyukseskan jalannya ibadah kurban dengan tertib serta sarat kepedulian. (ima)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.