Naik 55 Kg Sejak Maret, Sapi Belgian Blue Presiden Siap Potong
Daniel Ari Purnomo May 26, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sapi kurban yang merupakan bantuan langsung dari Presiden untuk wilayah Kabupaten Wonosobo dipastikan berada dalam kondisi yang sangat bugar dan siap untuk disembelih pada momentum perayaan Iduladha 2026 yang jatuh pada Rabu (27/5/2026) esok hari. Kepastian tersebut diperoleh seusai hewan ternak raksasa ini melewati serangkaian proses pemantauan klinis serta pemeriksaan kesehatan secara ketat oleh petugas peternakan setempat.

Hewan ternak premium berjenis Belgian Blue milik seorang peternak lokal asal kawasan Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar ini diketahui mempunyai bobot tubuh yang sangat fantastis, yakni tembus lebih dari satu ton.

Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Heri Kuswanto, mengungkapkan bahwa sapi jumbo tersebut rencananya akan langsung disembelih di area desa penerima bantuan, yakni di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kepil pada hari pelaksanaan kurban esok.

Baca juga: Jangan Lewat Lima Jam, Daging Kurban Tanpa Kulkas Bisa Rusak

“Iya udah fix itu dipotong di lokasi penerima di Kecamatan Kepil,” tutur Heri saat memberikan keterangan resmi kepada tribunjateng.com pada Selasa (26/5/2026).

Pelaksanaan penyembelihan sengaja diselenggarakan langsung di tingkat desa tersebut lantaran mengakomodir adanya permohonan dari warga setempat. Masyarakat rupanya menaruh keinginan besar untuk bisa menyaksikan secara langsung jalannya prosesi penyerahan simbolis oleh Bupati Wonosobo sekaligus proses penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden tersebut.

Heri mengimbuhkan, volume berat badan dari sapi tersebut terpantau terus mengalami grafik kenaikan yang cukup signifikan dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini.

“Kemarin pas penimbangan bulan Maret 1 ton 20 kilogram, sekarang 1 ton 75 kilogram,” jelasnya merinci perkembangan pertumbuhan fisik komoditas ternak tersebut.

Sebagai catatan, sapi berkualitas unggul milik seorang peternak bernama Sriono Edi Subekti atau yang akrab disapa Eed ini berhasil terpilih menjadi hewan kurban kepresidenan setelah sukses lolos dari tahapan seleksi super ketat yang digelar dinas peternakan, berkat ukuran tubuhnya yang masuk kategori jumbo serta memiliki jaminan kualitas kesehatan yang prima.

Mendekati hari H perayaan Iduladha, pola perawatan terhadap sapi eksklusif ini pun sengaja diterapkan secara khusus oleh pemilik dan petugas demi meminimalkan serta mencegah timbulnya risiko tertular penyakit infeksi menular yang kerap menyerang hewan ternak.

Jalannya prosesi pemotongan hewan kurban raksasa ini nantinya dipastikan bakal memperoleh pengawalan serta pengawasan melekat secara langsung dari tim gabungan Dispaperkan Wonosobo, Dinas Peternakan tingkat Provinsi Jawa Tengah, hingga jajaran Kementerian Pertanian RI.

Di samping mengemban fungsi utama sebagai bagian dari agenda penyaluran program bantuan kurban, momentum kegiatan pemotongan ini juga menaruh harapan besar untuk bisa dijadikan sebagai media edukasi publik bagi masyarakat luas perihal tata cara teknis penyembelihan hewan kurban yang baik, benar, dan aman sesuai standar kelayakan.

Heri memaparkan, untuk saat ini posisi sapi kurban tersebut terpantau masih berada dan dipelihara dengan sangat baik di dalam kandang milik sang peternak di Kalikajar. Hewan ini sengaja baru akan dimobilisasi menuju lokasi sasaran di Kepil sesaat menjelang waktu pemotongan demi menghindari risiko stres psikologis pada hewan.

“Kalau terlalu lama di lokasi malah bahaya dan berisiko juga, jadi pas hari H nya kita kirimkan,” tandasnya mengakhiri penjelasan. (ima)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.