Baru 24 Persen Madin di Kabupaten Trenggalek yang Sudah Selesai Mengisi EMIS
Rendy Nicko May 26, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Agus Prayitno mencatat baru 24 persen Madin yang mengisi data di EMIS.

Dimana EMIS sendiri dalam adalah Aplikasi EMIS PD-Pontren (Education Management Information System Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) yang merupakan sistem pendataan resmi berbasis web yang dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. 

Agus menerangkan sistem ini memiliki fungsi untuk mengintegrasikan seluruh data lembaga keagamaan Islam non-formal dan formal di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

"Hampir tiap hari saya mendampingi EMIS pondok dan Madin. Untuk update 
Madin yang sudah BAP 127 dari 522. Lalu Data sampai pagi ini untuk Pondok menjadi 16 yang sudah BAP," ujar Agus Prayitno saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Peternak Tulungrejo Tulungagung Ini Tak Menyangka Sapi Miliknya Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Beliau mengaku pada Bulan Mei 2026 ini merupakan batas akhir penyelesaian Emis sampai BAP.

Sehingga santri Madin maupun pondok itu setiap semester harus didata lewat aplikasi tersebut. Apabila tidak diisi akan berpengaruh pada legalitas.

"Kalau tidak didata data siswa, tidak bisa dipantau secara sistem. Jika operator Emis Madin maupun Pondok dua tahun berturut-turut tidak menggarap Emis sistem akan mencabut Izopnya, baik Madin maupun Pondok," tegasnya.

Dikatakannya, penting sekali sebuah lembaga pondok pesantren maupun madrasah diniyah untuk tertib dalam administrasi.

Oleh karena itu, Agus menaruh pesan kepada seluruh operator Madin dan Pondok untuk segera menyelesaikan data EMIS.

Hal itu bertujuan demi kelangsungan lembaga kita dan untuk menyongsong Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.

"Tetap semangat para operator perjuanganmu tidak akan sia-sia. Allah SWT akan menggantikan yang lebih baik, amiin," pesan Agus Prayitno.

Terpisah, salah satu operator sekaligus ustadz di Kecamatan Durenan, Junaid mengungkapkan bahwa beberapa lembaga yang dimiliki oleh tokoh agama atau pimpinan lembaga tersebut hanya yang penting berjalan niat lillahi ta'ala.

Baca juga: Perubahan BPR Jwalita, Wabup Syah Berharap Bisa Jadi Pengungkit Perekonomian Rakyat Trenggalek 

Belum sampai ingin dikelola dengan serius tentanh tertib administrasi.

"Belum ada kesadaran untuk mau tertib administrasi. Kebanyakan juga kaum mudanya untuk jadi operator juga tidak greget," akui Junaid.

Ia mengaku, selain kendala tersebut juga masih banyak faktor lain yang mempengaruhi.

"Sudah pokoknya ada banyak sisi yang mempengaruhi prosentasi pengerjaan EMIS. Kadang lembaga juga tidak memiliki operator dan lain-lain," tutupnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.