BANGKAPOS.COM -- Keluarga Anggi Aulia Arsyad menduga adanya motif lain di balik aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku berinisial MF.
Menurut keluarga bisa jadi pelaku berniat jahat lantaran melihat kehidupan Anggi yang terbilang cukup mapan.
Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan Ayah angkat korban, Samsudin.
“Mungkin karena almarhum sudah dibukakan rezekinya sama Allah, sudah bekerja, punya mobil sendiri, sering terlihat di dunia maya," kata Samsudin.
Baca juga: Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap Arab dan Latin
Ia menduga unggahan korban di media sosial membuat pelaku tergoda untuk menguasai barang milik Anggi, termasuk mobil pribadinya.
"Mungkin temannya melihat di postingannya. Jadi sudah punya niat jahat,” kata Samsudin.
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah mengetahui hubungan antara korban dan pelaku sebenarnya hanya sebatas teman sekolah, bukan pasangan seperti rumor yang sempat beredar.
MF diketahui merupakan teman Anggi sejak duduk di bangku SMK.
“Almarhum dengan pelaku itu bukan pacar, memang teman sekolah waktu di SMK,” kata Samsudin.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Anggi diketahui masih sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi bersama teman-temannya.
“Almarhumah pulang kerja jam 8, kemudian setelah mengganti pakaian, bilang sama keluarga mau keluar ngopi sama teman-teman,” kata Samsudin.
Malam itu, korban memilih membawa mobil pribadinya dan meninggalkan sepeda motor di rumah, sesuatu yang disebut berbeda dari kebiasaan biasanya.
“Motornya disimpan, dan keluar membawa mobil,” ujar Samsudin.
Keluarga sempat mengingatkan agar Anggi tidak pulang terlalu larut malam. Namun hingga dini hari, korban tidak kunjung pulang dan ponselnya sudah tidak dapat dihubungi.
Kabar duka kemudian diterima Samsudin saat dirinya berada di Jakarta pada Sabtu (24/5/2026) dini hari.
“Tiba-tiba saya dapat kabar dari adek saya sekitar pukul 04.30 WIB, karena saya lagi di Jakarta, bahwa Anggi meninggal, kaget saya," tuturnya.
Belakangan diketahui, jasad Anggi Aulia Arsyad ditemukan di bawah ruas Bogor Outer Ring Road kawasan Simpang Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Tak lama setelah penemuan jasad korban, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku di ruas Tol Cisumdawu.
Malam sebelum ditemukan tewas, Anggi masih sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi keluar bersama teman-temannya.
“Almarhumah pulang kerja jam 8, kemudian setelah mengganti pakaian, bilang sama keluarga mau keluar ngopi sama teman-teman,” kata Samsudin melansir dari Tribunnewsbogor.com, Senin (25/5/2026).
Berbeda dari biasanya, malam itu Anggi memilih membawa mobil pribadinya dan meninggalkan sepeda motor di rumah.
“Motornya disimpan, dan keluar membawa mobil,” ujar Samsudin.
Keluarga sebenarnya sudah mengingatkan agar Anggi tidak pulang terlalu malam. Namun hingga lewat tengah malam, korban tak kunjung kembali.
Situasi mulai membuat panik ketika telepon genggam Anggi mendadak tidak aktif dan sulit dihubungi.
Kabar buruk akhirnya datang pada Sabtu (24/5/2026) dini hari saat Samsudin yang sedang berada di Jakarta menerima telepon dari keluarganya.
Baca juga: Leher Anggi Aulia Dijerat dengan Dasi hingga Pingsan, saat Masih Gerak-gerak Malah Dibuang dari Tol
“Tiba-tiba saya dapat kabar dari adek saya sekitar pukul 04.30 WIB, karena saya lagi di Jakarta, bahwa Anggi meninggal, kaget saya," tuturnya.
Belakangan diketahui, jasad Anggi ditemukan di bawah ruas Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), kawasan Simpang Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Tak lama setelah penemuan jasad korban, aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku di Tol Cisumdawu.
Sementara itu, polisi mengungkap motif utama pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap ucapan korban.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro menjelaskan, hubungan korban dan pelaku kembali terjalin setelah MF menghubungi Anggi melalui direct message (DM) Instagram.
“Dan pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di daerah Air Mancur,” kata Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (25/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, korban sempat menanyakan kondisi orang tua pelaku. Namun ucapan itu rupanya dianggap menyinggung oleh MF yang mengaku hidup sebatang kara.
Rasa tersinggung itu kemudian berubah menjadi dendam.
Baca juga: CCTV Bongkar Detik-detik Anggi Aulia Dijatuhkan dari Atas Tol BORR ke Simpang Yasmin Bogor
Dua minggu berselang, pelaku kembali menghubungi korban dan mengatur pertemuan kedua yang ternyata sudah disiapkan sebagai jebakan.
“Kemudian, karena sakit hati yang mendalam, 2 minggu kemudian si tersangka mengajak ketemu kepada korban, yaitu terjadi pada tanggal 22 Mei hari Jumat,” ujar Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Tanpa curiga, Anggi memenuhi ajakan tersebut.
Namun di tengah pertemuan, pelaku mendadak mengeluarkan golok dan mencoba memeras korban.
“Tersangka menyampaikan kalau mau damai ataupun mau aman, minta apa? Minta uang. Si korban tidak mau,” lanjut Rio.
Setelah permintaannya ditolak, pelaku langsung menyerang korban menggunakan dasi biru untuk menjerat leher Anggi hingga pingsan di kawasan Pakansari, Cibinong.
Tubuh korban yang sudah tak sadarkan diri kemudian dibawa berkeliling menggunakan mobil.
Saat melintas di area Tol BORR kawasan Sholeh Iskandar, pelaku akhirnya membuang tubuh Anggi ke bawah tol.
“Ketika memasuki area Yasmin atau Sholeh Iskandar, korban menurut pengakuan tersangka bahwa korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video tadi yang dilempar dari jalan tol ke bawah,“ ungkapnya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut memperlihatkan barang bukti berupa dasi biru yang dipakai untuk menjerat korban serta rekaman CCTV kendaraan pelaku.
Kini MF telah ditahan di Rutan Mako Polresta Bogor Kota dan terancam hukuman penjara selama 15 hingga 20 tahun.
(Bangkapos.com/Tribunnews Maker/Tribunnews)