TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (42), akhirnya merayakan Idul Adha di Makassar setelah tiga kali menjalani Salat Id di Tanah Suci.
Andi Sudirman tercatat telah menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali hingga tahun 2025.
Dalam tiga momentum, Andi Sudirman juga melaksanakan Salat Idul Adha di Arab Saudi.
Berdasarkan catatan publik, Andi Sudirman berangkat haji pada tahun 2022, 2023, dan 2025.
Pada tahun 2022, Andi Sudirman menunaikan ibadah haji dengan mengambil cuti dari tugasnya sebagai Gubernur Sulsel.
Setahun berselang, tepatnya 2023, ia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji kedua secara berturut-turut.
Sementara pada tahun 2025, Andi Sudirman berhaji lagi untuk ketiga kalinya.
Keberangkatannya kala itu diketahui atas undangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.
Adapun pada tahun 2024, Andi Sudirman tidak menjabat sebagai gubernur definitif sehingga tidak tercatat melaksanakan Salat Id sebagai Gubernur Sulsel.
Kini, pada Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026, Andi Sudirman akan melaksanakan Salat Id di Makassar.
Ia dijadwalkan Salat Idul Adha di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna.
Salat Id berlangsung besok, Rabu (27/5/2026).
Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel, Darmawangsyah, membenarkan agenda tersebut.
"Pak Gub rencana di Masjid Kubah," ujarnya saat dikonfirmasi.
Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, juga mengonfirmasi akan ikut Salat Id di Masjid 99 Kubah.
Tak hanya itu, Jufri Rahman juga berkurban di masjid tersebut.
"Kalau saya salat id di Masjid 99 Kubah, insyaallah. Kalau potong hewan kurban itu setelah salat id atau sehari setelahnya,” ujar Jufri Rahman di Kantor Gubernur Sulsel.
Pada pelaksanaan Salat Id nanti, Ustadz Muflih Safitra MSc dijadwalkan menjadi khatib.
Sementara imam Salat Id dipercayakan kepada Ustadz Abdul Aziz bin Abu Bakar.
Diketahui, Ustadz Muflih Safitra lahir di Balikpapan pada 19 Juli 1984.
Ia merupakan putra dari seorang PNS sekaligus penceramah, M Saad Ali.
Jejak sang ayah kemudian diikuti Ustadz Muflih hingga dikenal sebagai pendakwah nasional.
Ustadz Muflih pernah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.
Ia menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun.
Setelah lulus, ia sempat mengabdi sebagai PNS di Kota Balikpapan.
Meski berstatus ASN kala itu, tekadnya menjadi pendakwah tidak pernah surut.
Di sela kesibukannya bekerja, ia tetap aktif berdakwah dari masjid ke masjid.
Pada tahun 2010, Ustadz Muflih juga pernah menjadi juara pertama lomba hafalan Al Quran tingkat PNS Kota Balikpapan.
Dari ajang tersebut, ia memperoleh hadiah umrah.
Pendidikan Ustadz Muflih kemudian berlanjut di Arab Saudi.
Ia menerima beasiswa S2 di King Saud University.
Di kampus tersebut, Ustadz Muflih bahkan disebut lulus tercepat dibanding mahasiswa seangkatannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia kembali aktif sebagai PNS pada 2014.
Namun tak lama kemudian, ia memilih fokus menjadi pendakwah.(*)