Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Lapas Kelas IIB Atambua menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak PAUD di Desa Induk Tukuneno, Kabupaten Belu, sebagai bagian dari program "1 Lapas 1 Desa” yang memadukan aksi sosial dan edukasi hukum kepada masyarakat. Selasa (26/5/2026).
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Atambua membagikan paket makanan sehat berupa telur rebus dan susu kepada anak-anak PAUD guna mendukung pemenuhan gizi serta kesehatan sejak usia dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Atambua untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui program “1 Lapas 1 Desa”.
Selain pembagian makanan bergizi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi terkait tugas dan fungsi Lapas, termasuk alur peradilan pidana dan pembinaan warga binaan yang mengedepankan prinsip 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun).
Baca juga: Ikrar Zero Halinar, Lapas Atambua Gandeng APH Lakukan Penggeledahan dan Tes Urine
Kalapas Atambua, Antonio Da Costa, menegaskan pembagian MBG ini menjadi bentuk kepedulian nyata Lapas terhadap masa depan anak-anak di desa.
Ia menyebut pemberian makanan bergizi bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Menurutnya, keterlibatan Lapas dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial sejak dini, dengan memastikan anak-anak mendapatkan perhatian yang cukup, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.
"Kami mengimbau, jika ada persoalan di masyarakat yang bisa didamaikan secara kekeluargaan, maka damai itu indah. Luar biasanya, saat ini tidak ada warga Tukuneno yang berada di dalam Lapas Atambua. Ini indikator awal bahwa sosialisasi kesadaran hukum kita di sini berjalan sukses," ujar Antonio.
Baca juga: Antonio Ximenes Da Costa Nahkodai Lapas Atambua Gantikan Hendra Setyawan
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara masyarakat dan pihak Lapas. Warga juga mengusulkan adanya program kunjungan pelajar ke Lapas sebagai sarana edukasi, yang disambut positif oleh pihak Lapas.
Sementara itu, Kepala Desa Tukuneno, Prima Kompisasi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai kehadiran Lapas Atambua memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ini peluang yang sangat bagus untuk menambah informasi dan wawasan kita terkait tupoksi Lapas. Jangan lagi melihat Lapas sebagai sebuah lembaga yang menakutkan atau mengerikan. Pertemuan pagi ini adalah jembatan yang memposisikan Lapas dan desa sebagai mitra," tutur Prima.
Melalui program “1 Lapas 1 Desa”, Lapas Atambua terus mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan menjadi lebih terbuka, humanis, dan berorientasi pada kemitraan serta pemberdayaan masyarakat. (gus)