Pedagang Pisang Asal Lembata Raup Keuntungan di Pasar Alok Maumere
Oby Lewanmeru May 26, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM,MAUMERE- Imbas penyakit pisang menyebabkan ketersediaan pisang di Kabupaten Sikka, NTT sulit didapatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kondisi ini, membuat beberapa pedagang membawa pisang asal Kabupaten Lembata untuk dijual di Pasar Alok Maumere. 

Pisang ini dijual dengan harga bervariasi, satu tanda pisang dijual dengan harga 150 ribu rupiah sedangkan satu sisir dijual dengan harga 50 ribu rupiah tergantung ukuran pisang. 

"Pisang ini kami bawa dari Lembata, nyebrang pake perahu dari sana, sampai di Larantuka kemudian lanjut kesini dengan mobil, " Kata salah satu pedagang pisang asal Lembata yang enggan namanya dipublish, Selasa 26 Mei 2026.

Baca juga: Wabup Sikka Imbau PKL di Wuring Berjualan di Pasar Alok

Sejumlah warga pun mengantri untuk menawarkan pisang dan kemudian membeli untuk kebutuhan mereka.  Pedagang itu mengaku, baru pertama kali menjual pisang dari Kabupaten Lembata di Pasar Alok Kota Maumere. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menjelaskan kondisi pisang di Kabupaten Sikka saat ini mengalami gangguan penyakit. 

"Banyak pisang yang dijual tapi ini pisang dari Lembata, kita tau kondisi pisang di Sikka ada gangguan penyakit, "ujarnya saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Alok Maumere, Selasa pagi. 

Dijelaskannya, Rata-rata pisang di Kabupaten Sikka mengalami gangguan penyakit sehingga produksinya tidak maksimal karena rata-rata tanaman pisang mengalami kerusakan. (awk)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.