Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Para siswa yang belajar di sekolah dengan kondisi gedung memprihatinkan di Kabupaten Karanganyar kini memiliki harapan.
Pasalnya, program rehabilitasi gedung sekolah dari pemerintah pusat mulai direalisasikan secara bertahap pada tahun 2026 ini.
Sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan mulai mendapatkan penanganan.
Program rehabilitasi tersebut mencakup perbaikan ruang kelas hingga pembenahan lingkungan sekolah, seperti pembangunan pagar dan paving guna menunjang kenyamanan serta keamanan kegiatan belajar mengajar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Heru Joko, mengatakan pada tahap awal terdapat enam sekolah dasar (SD) yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pemerintah pusat.
“Yang tahun ini enam SD, kemudian rata-rata diangka Rp800 juta sampai Rp900 juta per sekolah,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Selain jenjang SD, rehabilitasi untuk sekolah menengah pertama (SMP) juga mulai berjalan.
Saat ini, ada tiga SMP yang masuk tahap awal pemanggilan, meski belum menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Heru menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah mengusulkan sekitar 82 sekolah untuk mendapatkan program rehabilitasi. Seluruh sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan akan diupayakan memperoleh bantuan secara bertahap.
Baca juga: Ketua DPRD Sukoharjo Dukung SD Unggulan, Dinilai Bisa Tingkatkan Mutu Sekolah Negeri
Ia juga menyebut sekolah yang sempat mengalami kerusakan berat di wilayah Girilayu, Matesih, telah diajukan ke pemerintah pusat dan mendapat komitmen bantuan.
“Pokoknya sekolah yang jelek diperbaiki semua,” kata Heru.
Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait kondisi gedung sekolah di wilayahnya. Menurutnya, program rehabilitasi dari pemerintah pusat sudah berjalan dan akan terus berlanjut.
“Sekolah-sekolah yang kondisinya rusak akan diperbaiki,” ujarnya. (*)