TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian membatu kita memahami kehendak Tuhan dalam kehiupan.
Semua kehendak Tuhan tercatat dalam Alkitab.
Berikut renungan harian Krisyen berjudul Protyposis.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Malam Matius 11:28–29, Saat Letih dan Berbeban?
Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam 1 Timotius 1: 12-17
"Tetapi justru karena itu aku dikasihani, supaya dalam diriku sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal." (I Timotius 1:16)
Pemimpin pabrik kain cetak marah besar pada tim produksi, sebab ia salah mengambil blue print yang sudah disepakati.
Akhirnya perusahaan rugi besar sekali.
Pola cetak atau blueprint merupakan hal yang sangat penting dalam proses pencetakan berjumlah besar.
Jika pola itu salah atau kurang presisi maka seluruh hasil cetak akan mengikuti kesalahan tersebut.
Dalam bacaan kita Paulus yang memposisikan diri sebagai orang berdosa yang paling berdosa lalu diampuni Allah dan bahkan diangkat menjadi rasul bungsu (ay 12).
Kata contoh dalam ayat ini adalah protyposis, artinya sketsa atau pola dasar.
Roh Kudus mewahyukan bahwa pertobatan Paulus menjadi salah satu cetak biru bagi kita umat beriman Perjanjian Baru yang bertobat menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Dalam konteks untuk menunjukkan seluruh kesabaran Kristus, Paulus memosisikan dirinya sebagai "eksperimen" atau bukti nyata bahwa tidak ada yang terlalu buruk untuk diselamatkan.
Ada anugerah radikal (ay 13-14), bahwa keselamatan bukan karena prestasi, tapi mutlak belas kasihan Kristus, bahkan kepada yang paling tidak layak sekalipun (ay 15 bdk 1 Kor 15: 9).
Dalam kerendahan hati Paulus berani mengakui dosa tanpa menutup-nutupi (integritas spiritual).
Kesabaran Kristus itu tanpa batas, Tuhan tidak “cepat menyerah” pada manusia yang keras hati sehingga hidup Paulus yang dipulihkan menjadi kesaksian bagi orang lain.
Di alam information society saat ini yang amburadul arus informasi diwarnai hoax, kita belajar kerendahan hati, orisinalitas dan keberanian seorang rasul yang hebat.
Jika saat ini orang banyak memamerkan pencapaian dan pelbagai kebaikan yang waah… , namun Paulus mengajarkan untuk berani tampil otentik yang berdimensi kekal.
Paulus memamerkan "kebutuhannya akan Tuhan" bukan apa yang sudah ia raih secara duniawi.
Dan semua itu pada akhirnya hanyalah untuk kemuliaan Tuhan.(ay 17).
Mari memohon pimpinan Tuhan agar kita berani menjadi autentik dalam perjuangan iman, bukan sekadar memoles citra.
Kesadaran bahwa kita hanyalah "penerima belas kasihan" membuat kita tidak mudah menghakimi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana dunia digital memiliki jejaknya, kita juga harus membangun jejak yang benar dan memberkati di dunia kerja, kehidupan sosial, maupun keluarga, baik yang nyata maupun dunia maya.
Inspirasi: Kesadaran bahwa Kristus melihat kita di balik layar, memotivasi kita untuk hidup kudus bahkan saat tidak ada orang yang melihat sekalipun.