TRIBUNTRENDS.COM - Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi untuk melakukan safari keliling Indonesia mulai Juni 2026 mulai menjadi sorotan publik dan partai politik.
Agenda tersebut dijadwalkan menyambangi sejumlah daerah, di antaranya Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Jawa Barat sebagai tujuan awal kunjungan.
Kabar mengenai aktivitas Jokowi ini muncul setelah dirinya memastikan kondisi kesehatannya telah membaik dan siap kembali menjalani kegiatan secara penuh.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi terkait aktivitas politik dan agenda publiknya ke depan.
Rencana safari nasional itu pun memunculkan beragam respons dari sejumlah partai politik.
Baca juga: Karir Baru Jokowi, Bakal Main Film Kolosal Bertema Budaya Dayak, Latihan Akting, jadi Peran Utama
Beberapa partai menilai langkah Jokowi sebagai bentuk silaturahmi kebangsaan, sementara lainnya melihat agenda tersebut memiliki nuansa politik menjelang dinamika nasional 2026.
Tanggapan datang dari berbagai partai, mulai dari PDIP, Golkar, hingga Demokrat.
Masing-masing memberikan pandangan berbeda terkait tujuan dan dampak safari keliling Indonesia yang akan dilakukan Jokowi dalam waktu dekat.
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menilai agenda Jokowi itu bukan sekadar kegiatan menyapa masyarakat, melainkan mengandung pesan politik bagi Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama, ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menyatakan: ‘Saya masih diperhitungkan’,” kata Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).
Menurut Guntur, agenda keliling daerah itu dapat menjadi modal konsolidasi dukungan politik Jokowi di tengah dinamika pemerintahan saat ini.
Ia juga menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai menjadi figur paling dekat dengan keberlanjutan pengaruh politik Jokowi.
Guntur kemudian mengaitkan langkah tersebut dengan potensi kontestasi politik menuju 2029.
“Atau, ini persiapan jangka panjang menyaingi 2029, menjaga pengaruh dinasti Jokowi di tengah Prabowo yang punya basis sendiri, kalau pasangan Prabowo-Gibran cerai di tengah jalan,” ujarnya.
Wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal 'turun gunung' dan disebut-sebut masuk jajaran Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendapat respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.
Namun, Golkar memilih tidak ikut mencampuri langkah Jokowi tersebut dan dinamika internal partai lain.
Menurut Idrus, langkah politik siapa pun, termasuk Jokowi, merupakan hak politik yang dijamin dan tidak patut diintervensi pihak lain.
“Aduh saya kira itu internal partai ya, jadi mau jadi apa saya kira kita tidak ini. Tidak mau ikut apapun,” kata Idrus Marham kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Idrus menegaskan, setiap orang bebas menggunakan hak politiknya, termasuk jika Jokowi nantinya benar-benar bergabung sebagai Dewan Pembina PSI maupun aktif turun langsung dalam aktivitas politik partai tersebut.
“Bagi siapapun menggunakan hak politiknya, ya misalkan infonya mau masuk sebagai Dewan Pembina di PSI lalu kemudian turun, itu kan langkah itu hak politik orang masing-masing,” ucapnya.
Ia menilai, sikap menghormati pilihan politik merupakan bagian dari etika demokrasi.
Sebab itu, Golkar tidak ingin memberikan penilaian lebih jauh terhadap kemungkinan langkah politik Jokowi di PSI.
“Jadi kita tidak boleh mencampuri hak politik orang dan bagaimana menggunakan hak politik itu,” ucapnya.
Politikus senior Golkar itu juga menegaskan bahwa akan sangat tidak etis jika dirinya sebagai kader Golkar ikut menyoroti urusan internal partai lain.
“Sangat tidak etis kalau saya dari Golkar menyoroti hal-hal seperti itu,” pungkasnya.
Baca juga: Jokowi Mengaku Sudah Sehat dan Siap Keliling Indonesia, Akan Temui Warga hingga Relawan
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron merespons perihal rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan keliling Indonesia.
Herman Khaeron mengaku tak khawatir dengan manuver yang akan dilakukan Jokowi tersebut.
Menurutnya, hak setiap warga negara untuk berkeliling Indonesia.
"Ya silakan, itu kan seluruh hak warga negara. Saya saja berkeliling," kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sekjen Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menegaskan bahwa eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), bersiap blusukan keliling Indonesia bukan demi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan sudah sehat dan siap blusukan lagi keliling Indonesia untuk memenuhi undangan dari masyarakat daerah.
Namun, banyak pihak yang menilai bahwa safari daerah Jokowi ini sebagai persiapan Pilpres 2029 untuk mendukung kembali putra sulungnya yang kini menjabat Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.
Terlebih lagi, agenda tersebut juga akan diisi pertemuan dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta relawan Projo.
Saat disinggung terkait hal ini pun, Jokowi tidak memberikan jawaban tegas dan hanya mengatakan alasannya keliling Indonesia itu untuk memenuhi undangan dari daerah.
Freddy lantas menegaskan bahwa tujuan Jokowi blusukan keliling Indonesia lagi memang untuk menyapa rakyat Indonesia.
"Pak Jokowi sudah gampang mengatakan, kepada kami waktu itu juga, untuk menyapa rakyat, menyapa masyarakat Indonesia. Karena kan semua publik tahulah Pak Jokowi ini seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat," ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (26/5/2026).
Sehingga, menurut Freddy, tidak ada hal aneh dalam agenda Jokowi tersebut karena eks presiden itu memang sudah terbiasa menyapa rakyat sejak dulu.
"Jadi kalau dia turun kembali kepada rakyat, itu merupakan natural bagi dia (Jokowi). Jadi itu kebiasaan dari dari dulu, sudah puluhan tahun sejak dia wali kota, gubernur, dan presiden dua periode. Jadi sebetulnya enggak ada yang aneh di situ," tegasnya.
Jika masih banyak pihak yang mempetanyakan tujuan safari daerah Jokowi itu, Freddy menjelaskan bahwa hal tersebut demi keberlanjutan Indonesia maju.
"Keberlanjutan Indonesia maju itu apa? Jadi kami melihat bersama-sama Pak Jokowi ini tentu karena nilai-nilai yang dia miliki ya dan inilah yang akan kami usung terus," ujarnya.
Sementara terkait pernyataan soal dukungan untuk Gibran, Freddy mengatakan hal itu masih terlalu dini untuk dibicarakan.
"Kalau nanti misalnya, banyak sekali pertanyaan misalnya dari para pengamat mengatakan ini jelas untuk kontestasi Pilpres 2029 misalnya, ini jelas dengan Mas Gibran. Jadi kami enggak tabu bicara politik, tetapi kalau bicara kontestasi 2029, bagi kami itu masih terlalu dini," tegasnya.
Namun, kata Freddy, jika safari daerah Jokowi ini memberikan efek untuk Pilpres 2029, maka hal itu wajar karena Jokowi merupakan sosok yang aktif dalam dinamika politik.
"Tetapi kalau nantinya misalnya ya, kunjungan-kunjungan atau modal sosial yang dimiliki oleh Pak Jokowi ini suatu saat misalnya di 2029, telunjuknya diarahkan kepada satu tokoh tertentu, ya Pak Jokowi memang seorang manusia politik," jelasnya.
Adapun, Jokowi dijadwalkan keliling Indonesia pada Juni 2026 dan sejumlah wilayah yang menjadi tujuan awal adalah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Terkait dengan kondisi kesehatannya, Jokowi sebelumnya menegaskan kondisinya telah membaik sehingga siap beraktivitas kembali secara penuh.
"Ya seperti ini kan, udah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," kata Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Senin (25/5/2026).
Selain bersilaturahmi, Jokowi juga mengatakan bakal memberikan motivasi kepada masyarakat.
"Memberikan motivasi (rakyat) dan juga ketemu dengan PSI di daerah, plus juga ketemu dengan relawan di daerah. Ya karena ada undangan,” katanya.
(TribunTrends/Tribunnews)