Tata Cara Mandi Sebelum Shalat Idul Adha 2026, Lengkap dengan Niat Arab dan Latin
Mawaddatul Husna May 27, 2026 01:54 AM

TRIBUNGAYO.COM - Menjelang tibanya Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, umat Islam diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut hari besar keagamaan tersebut. 

Persiapan ini mencakup lahiriah dan batiniah demi menghidupkan makna Idul Adha.

Selain mempersiapkan hewan kurban dan mengenakan pakaian terbaik, terdapat berbagai amalan sunnah yang diajarkan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. 

Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan di pagi hari adalah mandi sunnah Idul Adha.

Dalam ajaran Islam, mandi sunnah hari raya menjadi bagian dari adab menyambut momentum ibadah besar dengan keadaan suci, bersih dan rapi.

Mengapa Mandi Sunnah Idul Adha Dianjurkan?

Mandi sunnah Idul Adha bukan hanya berkaitan dengan kebersihan fisik. 

Lebih dari itu, amalan ini memiliki makna spiritual yang mendalam.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya tampil bersih, rapi, dan harum saat menghadiri perkumpulan besar kaum Muslimin, termasuk pada shalat Id.

Hari raya menjadi momentum kebersamaan umat.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh dan penampilan termasuk bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.

Selain itu, mandi sunnah juga menjadi simbol kesiapan spiritual sebelum melaksanakan ibadah besar pada Hari Raya Idul Adha yang identik dengan ketakwaan dan pengorbanan.

Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Adha

Sebelum mandi sunnah Idul Adha, umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu.

Dikutip dari buku 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin, berikut bacaan niat mandi sunnah Idul Adha:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li ‘iidil adhha sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat mandi sunnah untuk Idul Adha karena Allah Ta’ala.”

Para ulama menjelaskan bahwa niat cukup diucapkan dalam hati. Namun melafalkannya juga diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Waktu Terbaik Mandi Sunnah Idul Adha

Pembahasan mengenai waktu mandi sunnah Idul Adha ternyata memiliki beberapa pendapat di kalangan ulama mazhab.

Dikutip dari buku Ensiklopedia Fikih Wanita karya Agus Arifin dan Sundus Wahidah, berikut penjelasannya:

Mazhab Hanafi

Ulama Hanafi berpendapat bahwa mandi sunnah dilakukan untuk persiapan shalat Id. Karena itu, waktunya berkaitan langsung dengan pelaksanaan shalat Idul Adha.

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki memandang mandi hari raya sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya itu sendiri, bukan hanya untuk shalat Id. Waktunya dimulai sejak akhir malam hingga pagi hari sebelum shalat Id.

Mazhab Syafi’i

Menurut ulama Syafi’i, waktu mandi sunnah dimulai sejak pertengahan malam Hari Raya hingga terbenam matahari pada hari tersebut.

Pendapat ini membuat seseorang tetap dapat melaksanakan mandi sunnah meskipun tidak menghadiri shalat Id berjamaah.

Mazhab Hanbali

Mazhab Hanbali berpendapat mandi sunnah dilakukan khusus sebelum shalat Id dan tidak dilakukan setelah shalat selesai.

Sementara itu, dilansir dari NU Online menjelaskan bahwa waktu paling afdal untuk mandi sunnah Idul Adha adalah sejak pertengahan malam hingga sebelum berangkat menuju tempat shalat Id.

Dalam kitab karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri disebutkan:

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya: “Waktu masuk mandi sunnah hari raya dimulai sejak pertengahan malam.”

Meski demikian, banyak ulama menganjurkan mandi dilakukan setelah Subuh agar tubuh tetap segar dan bersih ketika menghadiri shalat Id berjamaah.

Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha

Secara umum, tata cara mandi sunnah Idul Adha hampir sama dengan mandi junub atau mandi wajib.

Dikutip dari buku Ritual Bersuci Rasulullah SAW Menurut 4 Mazhab karya Isnan Ansory, berikut langkah-langkah mandi sunnah Idul Adha:

1. Membaca Niat

Niat dibaca sebelum mulai mandi sebagai pembeda antara mandi biasa dan mandi ibadah.

2. Mencuci Kedua Tangan

Membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum mengguyur tubuh.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Kotor

Bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran dibersihkan terlebih dahulu.

4. Berwudhu

Berwudhu seperti hendak melaksanakan shalat.

5. Membasahi Rambut dan Kulit Kepala

Air diratakan hingga menyentuh kulit kepala dan sela-sela rambut.

6. Mengguyur Kepala Tiga Kali

Rasulullah SAW biasa mengguyur kepala sebanyak tiga kali.

7. Mengguyur Seluruh Tubuh

Pastikan seluruh bagian tubuh terkena air secara merata.

8. Mencuci Kedua Kaki

Bagian terakhir adalah mencuci kedua kaki hingga bersih. Para ulama juga mengingatkan agar air benar-benar merata ke seluruh tubuh sehingga mandi sunnah dilakukan dengan sempurna.

Sunnah Lain Sebelum Shalat Idul Adha

Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang dianjurkan sebelum shalat Idul Adha.

Memakai Pakaian Terbaik

Dalam buku Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa berhias dan memakai pakaian terbaik saat hari raya termasuk sunnah Rasulullah SAW.

Menggunakan Wewangian

Bagi laki-laki dianjurkan memakai parfum atau wewangian agar lebih rapi dan bersih ketika menghadiri perkumpulan umat Islam.

Memperbanyak Takbir

Malam hingga pagi Idul Adha dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Berangkat Lebih Awal ke Tempat Shalat

Datang lebih awal memberi kesempatan memperbanyak dzikir dan mendapatkan saf depan.

Hikmah Mandi Sunnah Idul Adha

Mandi sunnah Idul Adha mengandung banyak hikmah, baik secara spiritual maupun sosial.

Selain menjaga kebersihan tubuh, amalan ini juga melatih umat Islam untuk menghormati syiar agama dan tampil terbaik di hadapan sesama Muslim.

Dalam buku Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd dijelaskan bahwa syariat Islam sangat memperhatikan kebersihan karena kebersihan merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah. (*)

Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha Beserta Niat untuk Imam dan Makmum

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.