Mohamed Salah secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada para pendukung setia di Anfield, menutup salah satu era individu paling gemilang dalam sejarah modern Liverpool. Penyerang asal Mesir itu membagikan pesan menyentuh di media sosial setelah tampil untuk terakhir kalinya bersama The Reds, menggambarkan momen tersebut sebagai malam paling sulit dalam kariernya.
Perpisahan penuh emosi di Anfield
Peluit akhir saat melawan Brentford bukan sekadar menandai berakhirnya musim Liga Premier, tetapi juga menutup bab legendaris dalam perjalanan Liverpool. Mohamed Salah, sosok yang selama hampir satu dekade menjadi pusat serangan The Reds, kini resmi pamit dari klub yang mengubahnya dari seorang winger berbakat menjadi ikon global.
Melalui akun Instagram resminya, Salah membagikan foto dirinya di dalam Stadion Anfield saat menyapa para penggemar untuk terakhir kalinya. Ia menyertai foto tersebut dengan keterangan yang penuh makna dan kesedihan: "Malam terpanjang dalam hidupku.. Terima kasih untuk semuanya sekali lagi."
Akhir dari perjalanan sembilan tahun yang bersejarah
Kepergian Salah menandai berakhirnya masa sembilan tahun luar biasa di Merseyside, di mana ia menegaskan dirinya sebagai salah satu pemain paling produktif yang pernah mengenakan seragam merah legendaris itu.
Sejak bergabung dari AS Roma pada musim panas 2017 dengan biaya sekitar £34 juta ($46 juta), pemain internasional Mesir tersebut menjadi motor utama kebangkitan Liverpool menuju puncak sepak bola domestik dan Eropa.
Ia meninggalkan Anfield dengan lemari trofi yang akan membuat iri banyak pemain profesional, setelah berhasil meraih berbagai gelar domestik dan kontinental selama masa baktinya. Sebagai penutup yang sempurna, kontribusi besar terakhirnya adalah membantu tim memenangkan gelar Liga Premier musim 2024-2025.
Warisan yang ditandai oleh rekor dan konsistensi
Selain deretan trofi, warisan Salah juga ditentukan oleh catatan statistik luar biasa dan tingkat konsistensi yang hampir tak tertandingi di lini depan.
“Raja Mesir” itu memecahkan banyak rekor selama membela klub. Dengan torehan 191 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool di ajang Liga Premier dan secara konsisten bersaing dalam perebutan Sepatu Emas setiap tahunnya.
Para penggemar di Anfield memberikan penghormatan besar pada penampilan terakhirnya, mengekspresikan rasa terima kasih mendalam kepada pemain yang menjadi jimat mereka selama bertahun-tahun. Perpisahan penuh emosi itu menegaskan statusnya sebagai legenda modern, dengan suporter memastikan ia merasakan sepenuhnya apresiasi mereka sebelum melangkah ke bab berikutnya dalam kariernya.
Ketidakpastian mengenai langkah berikutnya
Meski kebersamaannya di Inggris bagian barat laut telah berakhir, pemain berusia 33 tahun itu belum mengonfirmasi ke mana ia akan melanjutkan kariernya musim depan. Beredar spekulasi bahwa ia bisa bergabung dengan klub di Liga Pro Saudi, yang telah lama mengincarnya, atau mencoba peruntungan di Major League Soccer di Amerika Serikat.
Namun, minat dari klub-klub top Eropa juga tetap tinggi, dengan sejumlah tim papan atas dilaporkan tertarik merekrutnya secara gratis. Untuk saat ini, Salah masih bungkam mengenai tujuan berikutnya, lebih memilih fokus pada penutupan emosional dari perjalanan luar biasanya bersama The Reds.
Selain itu, ia juga bersiap kembali ke Mesir untuk memulai persiapan bersama tim nasional menghadapi Piala Dunia FIFA 2026.