Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gelombang perayaan keberhasilan Persib Bandung merebut gelar juara Liga 1 tiga musim beruntun masih terasa di sejumlah wilayah Jawa Barat. Antusiasme Bobotoh untuk merayakan pencapaian tersebut disebut begitu besar, terlebih Persib berhasil mencatatkan hattrick juara.
Hingga Selasa (26/5/2026), suasana perayaan masih berlangsung di beberapa daerah. Di Kota Bandung, sejumlah Bobotoh terlihat mengarak empat patung tokoh penting Persib, yakni Umuh Muchtar, Indra Thohir, Djadjang Nurdjaman, dan Bojan Hodak. Patung-patung tersebut kemudian dipamerkan.
Perayaan serupa juga terjadi di Cianjur. Konvoi di daerah itu diikuti dua pemain Persib asal Cianjur, Robi Darwis dan Kakang Rudianto. Sejumlah legenda Persib, termasuk Atep, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengakui tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut keberhasilan timnya menjadi juara musim ini.
"Semua orang tunggu momen ini dan tidak mudah untuk kita sampai di titik ini," ujar Klok saat berada di Rumah Makan Bahe 54, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (26/5/2026).
Klok mengatakan persaingan musim ini berjalan ketat. Menurut dia, Borneo FC juga tampil sangat baik sepanjang kompetisi berlangsung. Namun, pada momen akhir, Persib akhirnya menyadari peluang juara berada di tangan mereka.
"Kalian bisa lihat semua Bobotoh sangat senang, antusias, euforia, para pemain juga," kata Klok.
Ia menilai situasi musim ini jauh berbeda dibanding dua musim sebelumnya. Pada musim terdahulu, penentuan gelar sudah lebih cepat dipastikan, termasuk musim lalu ketika Persib mengunci juara saat kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan.
"Iya, sejujurnya, sangat nervous karena sampai detik akhir, menit akhir, kami masih tidak tahu kami juara atau tidak," ujar dia.
Klok mengungkapkan seluruh pemain mempertaruhkan segalanya demi memastikan Persib kembali menjadi juara. Ia menyebut keyakinan untuk meraih hattrick gelar sudah terasa di dalam tim.
"Tapi jika tidak (menang), belum bisa kami merayakan, kami tidak merencanakan. Jadi ya sampai akhir menit, itu sangat, sangat stres sekali," katanya.
Pada akhirnya Persib tetap memastikan gelar juara meski hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara. Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 78 poin, tetapi Maung Bandung unggul head to head.
Klok juga menceritakan suasana konvoi juara di Kota Bandung. Menurut dia, seluruh pemain merasa bahagia meski kondisi fisik sudah kelelahan karena rangkaian pesta perayaan yang berlangsung tanpa henti.
"Karena banyak pesta, bahkan belum tidur dari setelah pertandingan. Ya karena euforia tinggi, ramai banget kemarin, tapi kita senang dan menikmatinya," kata Klok.
Ia turut menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Sumedang yang datang merayakan keberhasilan Persib di sekitar kediaman manajer Persib, Umuh Muchtar.
"Terima kasih untuk hadir, untuk kemarin juga, untuk semua yang ada. Saya lihat ibu-ibu, saya lihat orang tua, saya lihat anak, saya lihat ayah, keluarga sangat komplit dan besar, dan rela tunggu 5 sampai 6 jam," ujarnya.
Saat ditanya soal harapan agar konvoi juara bisa menjadi agenda tahunan seperti yang sempat disampaikan Beckham Putra, Klok memilih fokus menikmati pencapaian musim ini lebih dulu.
"Tapi kami saya bisa menjawab ini untuk semua, mari kita menikmati tiga trofi ini, kita nikmati kali ini karena kali ini sangat sulit. Apalagi dalam dua bulan kita sudah masuk ke pramusim, setelah itu, mari kita berbicara soal musim baru, tapi untuk sekarang kami tidak ingin memikirkan musim baru," ucapnya sambil tersenyum.