TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat Idul Adha, banyak orang biasanya memperoleh daging kurban dalam jumlah besar.
Agar kesegarannya tetap terjaga dan mutu daging tidak menurun, penyimpanan di freezer harus dilakukan secara benar.
Berdasarkan keterangan Food Safety and Inspection Service USDA, daging mentah cenderung memiliki daya tahan kualitas yang lebih baik ketika dibekukan dibandingkan daging yang sudah dimasak.
Hal tersebut terjadi karena proses memasak dapat mengurangi kandungan air alami pada makanan, sehingga kualitasnya lebih mudah berubah setelah melalui pembekuan.
Untuk menjaga keamanan pangan, makanan sebaiknya disimpan pada suhu tetap, yakni 0 derajat Fahrenheit atau sekitar -18 derajat Celsius.
Pada suhu tersebut, makanan dapat bertahan lama dan tetap aman dikonsumsi.
Meski begitu, rasa serta teksturnya dapat mengalami penurunan apabila terlalu lama disimpan di dalam freezer.
Mekanisme pembekuan sendiri bekerja dengan memperlambat pergerakan molekul pada makanan.
Kondisi ini membuat mikroorganisme penyebab kerusakan makanan dan penyakit bawaan pangan menjadi tidak aktif untuk sementara waktu.
Baca juga: Ribuan Warga Salat Idul Adha Bersama Wako Pekanbaru di Lapangan Perumahan Sidomulyo
Baca juga: Pikap Angkut Cairan Infus Pecah Ban Terguling di Tol Pekanbaru-Dumai, Sopir dan Penumpang Selamat
Sementara itu, dikutip dari laman IPB University, Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, menjelaskan bahwa langkah awal yang penting dilakukan adalah memisahkan daging dan jeroan.
Pasalnya, kedua bahan tersebut memiliki karakteristik berbeda sehingga sebaiknya tidak ditempatkan dalam satu kemasan.
Setelah dipisahkan, daging maupun jeroan perlu dibersihkan menggunakan air mengalir, terutama bila masih terdapat sisa kotoran seperti tanah, pasir, rumput, atau kerikil yang menempel.
Sesudah dicuci, daging perlu ditiriskan terlebih dahulu hingga permukaannya tidak lagi berair.
Selanjutnya, daging bisa dikemas sesuai kebutuhan memasak, misalnya masing-masing 250 gram atau 500 gram, menggunakan plastik bening yang tidak berbau.
Berbeda dengan daging, jeroan disarankan dimasak lebih dulu sebelum disimpan dalam kondisi beku.
Pengemasan berdasarkan porsi dinilai penting agar daging tidak perlu berkali-kali dicairkan dan dibekukan ulang setiap akan dimasak.
Pembekuan berulang dapat menurunkan kualitas, mengubah tekstur, serta memengaruhi cita rasa daging.
Daging kurban sebenarnya dapat langsung dimasak setelah diterima. Namun jika belum akan diolah, daging dapat disimpan di dalam kulkas atau freezer.
Untuk penyimpanan lebih lama, daging dianjurkan dibekukan di freezer. Selain membuat daya simpan lebih panjang, pembagian dalam porsi kecil juga memudahkan saat proses memasak.
Dengan penanganan yang benar, daging kurban tetap bisa terjaga kesegarannya, higienis, dan aman dikonsumsi meski disimpan dalam waktu cukup lama.