Ratusan Warga Ikuti Salat Iduladha di Balaikota Semarang
muslimah May 27, 2026 10:55 AM

Ratusan Warga Ikuti Salat Iduladha di Balaikota Semarang


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga memadati halaman Balaikota Semarang untuk melaksanakan Salat Iduladha, Rabu (27/3/2026) pagi.

Dengan mengenakan pakaian rapi dan bernuansa muslim, masyarakat mulai berdatangan sejak subuh dan memenuhi area salat dengan tertib.

Salat Iduladha dimulai sekitar pukul 06.20 WIB. Bertindak sebagai imam dan khotib adalah Dr KH Muhammad Adnan.

Dalam khutbahnya, KH Muhammad Adnan menekankan pentingnya nilai keikhlasan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihissalam.

Ia menjelaskan bahwa perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail, merupakan ujian keimanan yang sangat berat. Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan tentang pengorbanan, keteguhan hati, dan kemampuan menundukkan ego demi menjalankan perintah Allah.

"Di sinilah letak makna kehormatan dan kesungguhan, kemampuan untuk menundukkan ego, mengalahkan hawa nafsu, dan mengalahkan kepentingan pribadi untuk untuk sebuah kemaslahatan," ujarnya dalam khutbah.

KH Muhammad Adnan juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi ujian hidup. Ia menyampaikan, ujian yang diberikan Allah dapat menjadi jalan untuk meningkatkan derajat manusia apabila dijalani dengan sabar dan penuh keikhlasan.

Selain membahas makna spiritual kurban, khutbah juga menyoroti dimensi sosial dari ibadah Iduladha. Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan jarang menikmati daging selain saat Iduladha. Pembagian daging kurban dinilai memiliki dampak sosial, ekonomi, hingga kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

"Daging kurban adalah simbol bahwa kekayaan tidak boleh hanya berputar di kalangan tertentu," katanya.

Dalam khutbah tersebut, jamaah juga diajak untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah, serta mendorong para pemimpin agar menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih adil dan inklusif bagi masyarakat.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Balaikota Semarang berlangsung khidmat hingga selesai.

Setelah salat dan khutbah, jamaah saling bersalaman dan bersilaturahmi merayakan Hari Raya Iduladha.

Satu di antara jemaah, Susmiati mengaku bersyukur masih bisa melaksanakan salat bersama keluarga di Balaikota Semarang yang lokasinya dekat dari rumahnya, Semarang Tengah.

"Biasa salat di sini, Iduladha juga di sini karena rumahnya dekat," kata Susmiati.

Ia mengatakan suasana Iduladha tahun ini terasa menyenangkan karena bisa berkumpul bersama keluarga dan menikmati jamuan yang disediakan panitia.

Namun, di balik suasana hari raya, ia juga mengaku prihatin dengan kondisi warga Palestina yang masih dilanda konflik.

"Ya sebetulnya kita juga prihatin ya Mbak karena saudara kita yang di Palestina itu masih di tengah konflik ya mudah-mudahan di sana cepat selesai cepat damai lagi," katanya.

Susmiati menuturkan, keluarganya belum berkurban tahun ini karena sebelumnya sudah melaksanakan kurban pada tahun lalu. Meski begitu, ia berharap tahun depan dapat kembali berkurban.

"Insyaallah ini tahun depan kan di musala kami itu ada kegiatan pengajian, di situ ada namanya arisan kurban," tuturnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.