Di Hadapan Jamaah Salat Iduladha, Bupati Banyumas Umumkan Insentif Guru Ngaji dan Ponpes
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyampaikan program prioritas Tri Las di bidang keagamaan saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Alun-alun Purwokerto, Rabu (27/5/2026).
Sadewo menegaskan Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menggulirkan insentif bagi guru ngaji, marbot, serta bantuan operasional pondok pesantren sebagai bentuk perhatian terhadap sektor keagamaan di Banyumas.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku layanan keagamaan.
"Pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap sektor keagamaan, karena ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat," ujar Sadewo dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah Salat Iduladha.
Baca juga: Masjid Wakaf Purwokerto Terima Sapi Kurban Presiden 1,1 Ton, Daging Dibagikan ke 2.000 KK
Menurutnya, guru ngaji dan marbot memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta moral sosial di tengah masyarakat.
"Mereka bukan hanya pengajar dan pengelola rumah ibadah, tetapi juga penjaga moral sosial masyarakat," katanya.
Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyumas di Alun-alun Purwokerto dimulai pukul 06.00 WIB dan dihadiri Bupati Banyumas beserta Wakil Bupati Banyumas.
Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, KH Drs Agus Miftah bertindak sebagai khotib, sementara imam salat dipercayakan kepada Ustadz Ahmad Fajri Amirudin, S.Pd.I.
Selain penyampaian program Tri Las, jamaah Salat Iduladha Banyumas tahun ini juga mendapatkan bantuan sapi kurban jenis Simental berbobot 1,1 ton dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Banyumas, Nungky Harry Rachmat, menjelaskan program insentif tersebut menyasar 1.610 guru ngaji di Kabupaten Banyumas.
Selain itu, terdapat 199 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan operasional, serta 345 petugas marbot dan kebersihan rumah ibadah yang turut menerima insentif.
"Untuk guru ngaji dan marbot masing-masing menerima Rp100 ribu per bulan," jelasnya.
Sedangkan pondok pesantren memperoleh bantuan operasional sebesar Rp5 juta per bulan.
Dari sisi anggaran, Pemkab Banyumas mengalokasikan sekitar Rp1,9 miliar untuk insentif guru ngaji.
Kemudian bantuan operasional pondok pesantren mencapai Rp995 juta, serta insentif bagi marbot dan petugas kebersihan rumah ibadah sebesar Rp241 juta.
Nungky mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme hibah kepada Kantor Kementerian Agama.
Meski diberikan setiap bulan, total anggaran dihitung dalam akumulasi satu tahun.
Melalui Program Tri Las, Pemkab Banyumas, bupati berharap kesejahteraan para pelaku layanan keagamaan dapat meningkat sekaligus memperkuat fondasi sosial dan spiritual masyarakat Banyumas. (jti)