Terungkap! 5 Rahasia Sate Kambing Empuk Anti Prengus dari Penjual Legendaris
GH News May 27, 2026 11:08 AM
Jakarta -

Sate masih menjadi primadona olahan daging Idul Adha. Untuk membuatnya lezat dan tidak berbau prengus, coba ikuti tips yang dibagikan penjual sate legendaris ini!

Daging kambing menjadi hasil kurban yang selalu dinanti. Daging ini sebenarnya bisa diolah menjadi aneka hidangan lezat, mulai dari gulai, soto, sop, hingga sate. Sayangnya mengolah daging tidak semudah itu. Jika diolah dengan cara yang salah, kamu bisa merasakan jejak aroma prengus. Teksturnya pun bisa alot.

Namun tenang saja, kesalahan-kesalahan ini bisa dihindari dengan mengikuti cara yang dibagikan oleh penjual sate legendaris, Sate Keroncong Sederhana di Jatinegara. Warung sate sejak 1964 itu dikenal menawarkan sate dan olahan kambing lainnya yang tidak bau prengus sama sekali. Proses pengolahan dan memasak yang tepat juga bisa menghasilkan tekstur daging tidak alot.

Berikut cara mengolahnya, seperti yang disebutkan oleh pengelola Sate Keroncong Sederhana, Pak Sri Mulyono.

1. Pilih jenis kambing dan potongan khusus

Sate kambing keroncong JatinegaraDaging kambing yang dipilih harus tepat dengan potongan khusus. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tidak ada jenis kelamin khusus ketika Muslim berkurban dengan kambing. Kambingnya boleh berjenis jantan atau betina asalkan minimal usianya 12 bulan atau 1 tahun.

Memang kebanyakan penjual menggunakan kambing yang usianya masih sangat muda atau di bawah 1 tahun karena dirasa akan menghasilkan daging lebih empuk. Namun, tidak dengan Sate Keroncong Sederhana di Jatinegara ini yang justru memang menggunakan kambing berusia agak tua.

Secara spesifik, pak Mulyono mengungkap kepada detikFood jika kambing yang dipilih adalah kambing perempuan dengan berat total di atas 30 kilogram atau berat daging bersih yang dihasilkan sekitar di atas 15 kilogram. Bau prengus memang tidak terlalu kuat di kambing betina karena aroma ini berasal dari senyawa kimia 4-etiloktanal yang secara alami diproduksi oleh kelenjar kambing jantan.

"Pertama harus kambing perempuan. Memang kalau kambing dagingnya itu biasanya kan pasti alem ya. Tapi memang tergantung kambingnya loh. Kalau di sini pakai kambing perempuan, tapi yang sudah berumur ya," jelas Mulyono kepada detikFood (20/5).

Selain jenis kambing, proses pemotongan kambingnya juga harus diperhatikan. Pak Mulyono tidak menyebutkan secara detail cara memotong daging kambing yang tepat.

Namun penjual di Warung Sate Solo Mas Min pernah membagikan tips mengiris daging kambing kepada detikFood. Menurut penjualnya, bu Sutini, setelah daging diterima, sebaiknya langsung dituang ke nampan lalu diambil serat yang bentuknya seperti lemak berwarna putih.

Daging lalu bisa dipresto dan ketika seratnya sudah bersih, barulah dipotong untuk jadi sate. Bu Sutini mengungkap serat daging kambing yang alot biasanya dibikin tengkleng dan gulai. Sedangkan yang halus baru dimasak menjadi sate.

2. Pakai air nanas jika daging kambing terlalu keras

Secara umum, daging kambing yang diolah Sate Keroncong Sederhana ini tidak diberi bumbu yang terlalu kompleks. Dagingnya juga tidak diempukkan dengan nanas, kecuali memang sangat keras.

Mulyono mengungkap, "Kalau memang keras sekali ya kita kasih air nanas gitu."

Nanas dikenal dapat mengempukkan daging yang populer. Namun jika daging terlalu lama direndam nanas, bisa jadi tekstur daging menjadi hancur atau lembek.

Jika kamu ingin menggunakan nanas, pastikan proses marinasinya dalam waktu tepat dan nanas yang dipakai tidak terlalu banyak. Batas maksimal daging direndam nanas yaitu 15-20 menit saja.

3. Pakai bumbu celup nan kental

Sate kambing keroncong JatinegaraBida dicelupkan ke dalam bumbu celup kental sebanyak dua kali. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tips lainnya yaitu dengan dua kali mencelupkan sate kambing ke dalam racikan bumbu. Pak Mulyono mengungkap bumbu celup yang mereka pakai merupakan racikan sendiri berbahan dasar gula Jawa dengan campuran rempah-rempah, seperti kayu manis.

"Gula jawa. Ada kayu manis, ada rempah-rempahan gitu. Kira-kira tujuh macem rempah gitu," jelas Mulyono kepada detikFood.

Bumbu celupnya juga dimasak dalam waktu sekitar 5 sampai 6 jam sampai kental supaya rasanya lebih menyatu.

"Iya itu diolahnya tuh sampai kental kurang lebih 5-6 jam. Makanya biar itu gula tapi semut nggak ada yang pernah sentuh," lanjutnya.

4. Sate dicelup dua kali ke bumbu

Proses pencelupannya pun tidak yang sampai direndam lama. Menurut Mulyono asalkan bumbu celupnya nempel ke sate.

"Pokoknya asal nempel aja. Itu kan dua kali celup, otomatis kan nanti dia jadi kelihatan bagus, jadi agak merah gitu warnanya," ujar penjual sate legendaris ini.

Jadi prosesnya dimulai dari membakar sate tanpa bumbu apapun di arang. Ketika dagingnya sudah mulai kering, barulah dicelupkan ke dalam bumbu.

Mulyono menjelaskan, "Celupan pertama itu sampai agak setengah matang ya."

Setelah sate yang dicelup pertama sudah setengah matang, barulah dicelup lagi untuk kedua kalinya. Sate ini lalu bisa dimasak hingga bumbunya menjadi kering.

5. Bakar pakai arang api panas

Sate kambing keroncong JatinegaraSate kambing juga bisa dibakar di api arang panas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Kurang lebih butuh 5 menit untuk membakar sate kambing sampai matang sempurna. Syaratnya satu, api arang yang dipakai harus besar dan panas.

"Paling lama ya 5 menit lah. Tapi dengan api besar ya," ujarnya.

Arang api yang besar dapat membuat bagian luar daging cepat mengalami karamelisasi yang mengunci sari buah (juice) tetap di dalam. Jadi daging matang dengan cepat, permukaannya beraroma smoky khas, tetapi bagian dalamnya tetap empuk juicy.

Setelah selesai dibakar, sate kambing di rumah bisa disajikan dengan aneka macam bumbu.

Di warung Sate Keroncong Sederhana, sate disajikan dengan gaya khas Jawa Tengah yang berfokus pada penggunaan bumbu kecap dan bumbu celup. Sate di warung legendaris ini pun disajikan dengan dengan bumbu kecap, irisan tomat, irisan bawang merah, irisan cabai rawit, dan sedikit merica.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.