Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan hewan kurban berupa sapi jenis simental cross dengan bobot 868 kilogram (kg) pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi kurban tersebut diserahkan secara simbolis kepada panitia kurban Masjid Salahuddin Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta, Rabu, untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.

Purbaya menilai hari raya kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan peternak.

“Potensi ekonomi dari kurban itu bagus. Setiap tahun ada pemerataan untuk orang-orang yang biasanya enggak semuanya bisa makan daging setiap hari. Jadi akan meningkatkan kesejahteraan mereka walaupun jangka pendek,” ujar Purbaya.

Selain itu, lanjutnya, kurban saat Idul Adha juga mendorong peningkatan perdagangan hewan ternak sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi para peternak.

“Tapi jelas kan perdagangan sapi, domba, dan lain-lain meningkat juga. Ini memberi pendapatan juga ke peternak. Potensi ini amat baik dan amat signifikan,” katanya.

Pada Idul Adha tahun 2026, Menkeu melaksanakan shalat id bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan masyarakat sekitar di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta.

“Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan keadilan sosial. Hewan kurban yang kita salurkan hari ini adalah simbol dari komitmen kita untuk saling berbagi, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Purbaya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada seluruh jajaran pegawai Kementerian Keuangan agar semangat berkurban menjadi pengingat pentingnya kepekaan sosial dalam pengelolaan APBN.

Menurut dia, pengelolaan anggaran negara harus senantiasa diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan.

Adapun Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung juga menyerahkan sapi kurban dengan jenis simental cross dengan berat 785 kg.

Dari data yang diperoleh panitia kurban Kemenkeu Pusat, kementerian tersebut pada tahun 2026 menyalurkan sebanyak 486 hewan kurban yang terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing yang dihimpun dari partisipasi mandiri sebanyak 1790 pegawai di berbagai unit eselon I di seluruh Indonesia.

Untuk pendistribusian daging kurban dipastikan akan dilakukan secara tepat sasaran, bekerja sama dengan lembaga amil zakat resmi dan pengurus masjid setempat, dengan memprioritaskan warga di sekitar kantor Kemenkeu serta masyarakat prasejahtera.

"Semoga ibadah kurban kita tahun ini diterima oleh Allah SWT, dan menjadi berkah serta penyemangat bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia," kata Menkeu.