Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi meyakini kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan diserahkan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menghimpun dukungan.

Adapun para pejabat di Amerika Serikat optimistis, tetapi dengan kehati-hatian, terkait kemajuan dalam proses mewujudkan perjanjian damai.

Menlu Wang Yi mengatakan Beijing berharap agar pihak-pihak terkait dapat terus berkomitmen mendorong gencatan senjata dan sama-sama dapat terus mencapai titik tengah supaya perdamaian kembali ke Timur Tengah sedini mungkin.

"Kami meyakini bahwa ketika itu tercapai, maka kesepakatan tersebut akan diserahkan kepada DK PBB untuk dukungan supaya dapat memiliki legitimasi dan kewenangan," kata Wang Yi dalam pernyataannya di Markas PBB pada Selasa (26/5).

Selama China memimpin DK PBB di Mei 2026, Wang mengatakan ke depannya, badan yang ditugaskan menjamin perdamaian dan keamanan internasional tersebut harus bergerak maju dan memikul tanggung jawab.

Ketegangan di kawasan mengalami eskalasi sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada akhir Februari. Teheran lantas membalas dengan menyerang Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz, jalur laut yang amat penting bagi produksi energi dunia.

Gencatan senjata sementara bisa tercapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan Presiden Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata hingga waktu yang tak ditentukan.

Trump pada Sabtu (23/5) mengatakan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran "sebagian besar telah dinegosiasikan" dan akan segera dilakukan finalisasi.

Sumber: Anadolu