TRIBUN-PAPUA.COM - Di Hari Raya Idul Adha, umat Islam melaksanakan ibadah penyembelihan kurban.
Hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba disembelih sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan wujud kepedulian sosial.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Baca juga: Kumpulan 15 Ucapan Selamat Idul Adha untuk Orang Terdekat, Bisa Juga Dibagikan di Medsos
Namun, masih banyak orang yang bingung bagaimana cara menyimpan daging kurban yang tepat agar daging tidak cepat rusak.
Ada beberapa cara untuk menyimpan daging dengan benar tidak hanya mempertahankan kualitasnya, tapi juga agar kandungan gizinya tetap optimal.
1. Bersihkan dengan Tisu
Gunakan tisu dapur kering untuk mengelap kotoran atau sisa darah di permukaan daging.
Jangan membersihkan daging dengan air karena air yang menempel pada permukaan daging justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat daging lebih cepat rusak selama penyimpanan.
2. Potong Sesuai Porsi
Potong daging menjadi beberapa porsi kecil.
Hindari menyimpan daging dalam jumlah besar dalam satu wadah.
Cara ini memudahkan pengambilan tanpa perlu mencairkan seluruh stok daging berulang kali.
Gunakan wadah plastik transparan yang tertutup.
Baca juga: Kumpulan 20 Link Twibbon Idul Adha 2026, Lengkap dengan Cara Membagikannya di Medsos
3. Simpan di Suhu yang Tepat
Simpan daging di freezer jika ingin tahan lama.
Dikutip dari laman Dinkes Boyolali, jika daging disimpan pada freezer pada suhu -5 derajat Celcius sampai dengan -0 derajat Celcius maka bisa bertahan kurang dari 3 hari.
Jika disimpan pada freezer pada suhu -10 derajat Celcius sampai dengan -5 derajat Celcius maka daging dapat bertahan kurang dari 1 minggu.
Jika disimpan pada freezer pada suhu kurang dari -10 derajat Celcius maka daging dapat bertahan lebih dari 1 minggu.
Sementara menurut BAZNAS, jika disimpan pada freezer pada suhu -18 derajat Celcius maka daging bisa bertahan hingga 6 bulan.
4. Gunakan Metode Vakum
Gunakan metode vakum yang bisa mengeluarkan udara dari dalam kemasan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan memperlambat proses pembusukan.
Cara ini bisa membantu menjaga kualitas daging selama disimpan di freezer. (*)