SURYA.CO.ID, MADIUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur (Jatim), melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengambil langkah antisipasi masif untuk menjamin kualitas daging kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Sebanyak 50 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir seluruh titik pemotongan di wilayah berjuluk Bumi Kampung Pesilat tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya dalam mengawal standar keamanan pangan nasional. Tim yang diterjunkan terdiri dari tenaga medik veteriner, paramedik, hingga inseminator bersertifikat yang akan bertugas memastikan setiap hewan kurban memenuhi syarat syariat Islam dan standar kesehatan hewan.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menegaskan bahwa pola pengawasan dilakukan secara komprehensif, mencakup dua tahapan krusial:
"Kami memiliki tenaga yang cukup mumpuni di lapangan. Ada dokter hewan, paramedik, hingga pihak swasta yang sudah mengantongi sertifikat kesehatan hewan. Fokus kami adalah menjamin daging yang sampai ke tangan masyarakat benar-benar layak konsumsi," ujar Paryoto saat memberikan keterangan di Madiun, Rabu (27/5/2026).
Secara teknis, pemeriksaan post-mortem menjadi prioritas untuk mendeteksi adanya kelainan organ dalam yang tidak terlihat secara fisik saat hewan masih hidup. Beberapa poin penting dalam pemeriksaan ini meliputi:
Mengingat riwayat wabah di tahun-tahun sebelumnya, DKPP Kabupaten Madiun memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.
Surveilans telah diperketat sejak hewan berada di pasar-pasar ternak. Paryoto menyebutkan, bahwa pemantauan rutin dilakukan secara berkala untuk memutus rantai penularan sebelum hewan masuk ke lingkungan pemukiman.
"Hingga H-1 perayaan, hasil pantauan di pasar-pasar sejak awal pekan lalu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kami belum menemukan satu pun indikasi hewan pembawa penyakit menular seperti PMK atau LSD di wilayah Madiun," tegasnya.
Berbeda dengan kota besar yang mengandalkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terpusat, sebagian besar masyarakat Madiun masih melakukan penyembelihan secara mandiri di lingkungan masjid dan tempat pemotongan hewan (TPH) swasta.
Menyadari hal tersebut, Pemkab Madiun menginstruksikan tim medis untuk bersifat jemput bola. Petugas akan berkeliling ke lokasi-lokasi pemotongan untuk memberikan layanan konsultasi dan verifikasi kesehatan secara gratis.
"Kami siap 24 jam apabila masyarakat membutuhkan kehadiran medik atau paramedik. Tim kami akan memastikan proses penyembelihan di luar RPH tetap mengikuti prosedur higienis dan sanitasinya terjaga," pungkas Paryoto.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat: