Suara takbir menggema dari Masjid Al-Hasanah, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, menjelang hari raya Iduladha. Di tengah ribuan warga muslim yang mengikuti takbir keliling, seorang bule asal Jerman ikut larut mengumandangkan takbir dan meramaikan suasana malam itu.
Rukun Warga Muslim (RWM) Al-Hasanah rutin menggelar takbir keliling setiap tahun dengan sederhana. Namun, letak masjid yang berada dekat kawasan wisata membuat suasana takbiran terasa berbeda karena banyak wisatawan asing ikut menyaksikan hingga bergabung.
Melany (27), warga negara asing asal Jerman yang ditemui detikBali pada Selasa (26/5/2026), mengaku baru pertama kali mengikuti takbir keliling di Bali.
"Enjoy, ini pertama kalinya saya mengikuti takbir keliling," ujarnya seusai mengikuti takbir keliling.
Perempuan yang memiliki nama Islami Sakina itu mengaku senang menikmati suasana takbiran di Desa Tibubeneng. Mahasiswi yang sedang menempuh gelar master Pendidikan Islam di salah satu perguruan tinggi di Malaysia itu juga mengaku momen tersebut berbeda dari kunjungannya ke Bali sebelumnya.
"Saya sudah empat kali ke Bali, tapi takbiran di sini baru yang pertama," kata Sakina.
Ketua RWM Al-Hasanah Desa Tibubeneng, Nur Hasim (56), mengatakan kegiatan takbir keliling rutin dilakukan setiap tahun. Namun, pelaksanaan tahun ini disebut menjadi yang paling ramai.
"Iya takbiran di sini sudah dilakukan setiap tahunnya, tapi tahun ini yang terbanyak," ujar dia.
Menurut Hasim, antusiasme warga semakin terasa karena banyak wisatawan asing ikut menikmati suasana malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan pada Rabu (27/5).
"Bulenya banyak di sini, sampai Masjid Al-Hasanah disebut masjid bule di Bali saking banyaknya," kata dia.





