TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Maskapai Wings Air yang merupakan bagian dari Lion Group resmi mengoperasikan penerbangan reguler rute Surabaya–Jember–Surabaya mulai 1 Juni 2026.
Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang dan akan melayani rute secara reguler empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pembukaan kembali rute ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi cepat dan efisien menuju Jember yang kini berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di Jawa Timur.
Baca juga: Pertamina Layani Pengisian Avtur di Bandara Jember, Dorong Pariwisata dan Penerbangan
Menurutnya, Kabupaten Jember memiliki potensi besar di sektor bisnis, perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata sehingga membutuhkan dukungan konektivitas udara yang memadai.
“Konektivitas udara menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan tersebut sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar Danang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/5/2026).
Baca juga: Penerbangan Perdana Fly Jaya Rute Jember–Jakarta di 2026, Okupansi Penumpang Penuh
Untuk jadwal penerbangan, Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1898 dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB. Sedangkan penerbangan IW-1899 dari Jember menuju Surabaya berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB.
Pemerintah Kabupaten Jember menyambut positif pembukaan kembali jalur penerbangan tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menilai rute ini akan memperkuat konektivitas daerah sekaligus membuka akses lebih luas menuju berbagai kota besar di Indonesia maupun luar negeri.
Baca juga: Penerbangan Jember-Jakarta Kembali Buka Pertengahan Januari, Harga Tiket Rp 1,5 Juta
“Melalui konektivitas dari Surabaya, masyarakat Jember semakin mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar hingga Kupang. Bahkan tersedia pula koneksi penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Jeddah,” ujar Gatot, Kamis (27/5/2026).
Baca juga: Rute Baru Penerbangan Lombok - Banyuwangi Dibuka Lion Group, Bule Ukraina Sambut Gembira
Pembukaan rute penerbangan ini dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jember yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jember pada 2025 tumbuh sebesar 5,47 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp110,98 triliun.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 25,42 persen terhadap total perekonomian.
Jember juga dikenal sebagai daerah penghasil komoditas unggulan nasional seperti kopi, tembakau, kakao, dan edamame yang telah dipasarkan ke berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
Produksi kopi Jember tercatat meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 produksi kopi mencapai sekitar 4.477 ton, meningkat menjadi 11.700 ton pada 2024, dan kembali naik hingga sekitar 15 ribu ton pada 2025. Produk kopi asal Jember bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk ekspor langsung ke Mesir.
Selain kopi, Jember juga dikenal sebagai sentra tembakau dan cerutu premium Indonesia. Industri cerutu lokal mampu memproduksi sekitar 3.000 hingga 4.000 batang per hari untuk memenuhi pasar ekspor ke Amerika, Asia, dan Eropa.
Di sektor agribisnis modern, komoditas edamame turut menjadi produk unggulan yang dipasarkan melalui industri pengolahan lokal ke berbagai negara.
Pertumbuhan sektor unggulan tersebut ikut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan, distribusi logistik, jasa transportasi, hingga perjalanan bisnis antardaerah sehingga kebutuhan transportasi udara menuju Jember terus meningkat.
Baca juga: Gus Rivqy, Sosok yang Dianggap Berperan Aktifkan Penerbangan Jember–Bali
Selain sektor agribisnis, Jember juga memiliki daya tarik di bidang pendidikan dan pariwisata. Event internasional Jember Fashion Carnaval atau JFC masih menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keindahan pantai selatan, kawasan pegunungan, serta budaya Pendalungan turut memperkuat posisi Jember sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur.
Di bidang investasi, realisasi investasi Kabupaten Jember pada 2025 tercatat mencapai Rp 2,57 triliun atau meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Jember yang terus berkembang.