TRIBUNPEKANBARU.COM - Perayaan Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026) diwarnai dua insiden sapi kurban yang menghebohkan warga di sejumlah daerah.
Di Banjarmasin, suasana persiapan Hari Raya yang semula penuh khidmat berubah menjadi duka setelah seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret sapi kurban yang mengamuk. Peristiwa itu terjadi di kawasan Kampung Arab, Gang Ibu, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Sementara itu, kejadian tak kalah dramatis terjadi di Tasikmalaya. Seekor sapi kurban sempat lepas kendali, berlari liar hingga tercebur ke Sungai Cikalang. Setelah proses evakuasi yang menegangkan, hewan tersebut akhirnya berhasil diamankan warga dan petugas setempat.
Seorang warga bernama Zulfikar (53), yang akrab disapa Opek, meninggal dunia setelah diduga terseret sapi kurban yang mengamuk saat hendak dipindahkan pada Selasa (26/5/2026).
Peristiwa tragis tersebut menggegerkan warga sekitar. Sapi kurban yang awalnya akan dipindahkan ke lokasi penyembelihan tiba-tiba lepas kendali dan berlari kencang di tengah permukiman padat penduduk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama sejumlah warga bergotong royong memindahkan sapi kurban.
Namun sejak baru diturunkan dari mobil pikap pengangkut, hewan tersebut disebut sudah menunjukkan tanda-tanda gelisah dan sulit dikendalikan.
Rahmat, salah seorang warga setempat, mengatakan sapi tersebut diduga mengalami stres sehingga menjadi agresif.
"Informasinya sapi ini memang sudah mengamuk sejak diturunkan dari mobil pickup. Mungkin stres," ujarnya.
Baca juga: Soal Hewan Kurban Prabowo Pakai APBN Rp 100 Miliar, Ini Tanggapan Menteri Purbaya
Baca juga: Prabowo ke Perancis Saat Idul Adha, Kemenlu Jelaskan Agenda Resmi Presiden RI
Saat proses pemindahan berlangsung, korban diketahui memegang tali pengikat sapi. Tanpa diduga, hewan tersebut berlari dengan sangat cepat hingga menyeret korban yang tangannya terlilit tali.
Korban terseret cukup jauh di sepanjang jalan kampung yang dipadati warga.
"Korban sempat terseret lumayan jauh. Kira-kira sekitar 50 meteran," kata Rahmat.
Dalam kondisi terseret, tubuh korban diduga membentur sapi lain yang sebelumnya telah berhasil diamankan warga. Benturan keras tersebut membuat korban terlepas dari tali dan terjatuh tak sadarkan diri.
Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung panik dan berusaha memberikan pertolongan. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun setelah menjalani penanganan, nyawa Zulfikar tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita.
Sementara itu, sapi yang sempat mengamuk juga memicu kepanikan di kawasan Kampung Arab. Hewan tersebut berlari liar sebelum akhirnya berhasil diamankan secara bersama-sama oleh warga setempat.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Hingga malam hari, rumah duka dipenuhi warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, warga memutuskan membatalkan sementara prosesi penyembelihan sapi kurban yang sedianya dilakukan pada Rabu (27/5/2026).
Fokus warga kini tertuju pada prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir kepada korban. Penyembelihan hewan kurban di lingkungan tersebut dijadwalkan ulang dan akan dilaksanakan pada Kamis (28/5/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan penanganan yang tepat terhadap hewan kurban, terutama saat proses pemindahan, guna menghindari risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan warga.
Sapi Kurban Kabur dan Tercebur ke Sungai di Tasikmalaya
Suasana pelaksanaan kurban di Kampung Sukarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak heboh pada Rabu (27/5/2026) pagi.
Seekor sapi kurban berbobot sekitar satu kuintal tiba-tiba lepas saat hendak dibawa ke lokasi penyembelihan. Hewan tersebut kemudian mengamuk, membuat warga berlarian menyelamatkan diri sebelum akhirnya tercebur ke Sungai Cikalang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu sontak menjadi perhatian warga sekitar. Saat itu panitia kurban tengah menggiring sapi jenis Jawa menuju tempat penyembelihan.
Namun di tengah perjalanan, tali pengikat sapi terlepas. Dalam hitungan detik, hewan tersebut berlari kencang dan membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik.
Karena lokasi berada di dalam gang permukiman yang cukup padat, warga langsung berhamburan menghindari sapi yang bergerak tak terkendali.
Ketua RW 02 Kampung Sukarasa, Asep Wawan Kurniawan, mengatakan sapi tersebut memang terlihat sangat agresif sejak awal proses penggiringan.
"Jadi tadi mau digiring untuk di sembelih tapi tali pengikat terlepas. Dan memang sapi agresif sekali," ujarnya.
Melihat sapi kabur, sejumlah warga dan panitia kurban berusaha mengejar sambil membawa tali untuk kembali mengikat hewan tersebut.
Namun upaya itu tidak berjalan mudah. Sapi terus berlari dan akhirnya melompat ke Sungai Cikalang.
Warga yang mengejar sempat mencoba mendekati dan mengendalikan sapi dari pinggir sungai. Akan tetapi, hewan tersebut terus bergerak liar sehingga sulit diamankan.
"Sempat dikejar tapi tidak berhasil, makanya kita menghubungi damkar untuk dilakukan evakuasi," kata Asep.
Karena khawatir terjadi kecelakaan atau ada warga yang terluka akibat amukan sapi, panitia dan warga memutuskan menghentikan pengejaran sementara dan meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya.
Hingga beberapa waktu setelah kejadian, sapi tersebut masih terlihat berkeliaran di aliran Sungai Cikalang sambil menunggu proses evakuasi oleh petugas.
Meski satu sapi masih belum berhasil diamankan, proses penyembelihan hewan kurban lainnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Panitia kurban menyebut hanya sapi yang kabur tersebut yang belum dapat disembelih karena masih menunggu proses penangkapan dan evakuasi.
Peristiwa ini menjadi tontonan warga sekitar dan menarik perhatian masyarakat yang penasaran melihat sapi kurban mengamuk hingga tercebur ke sungai di tengah persiapan Idul Adha.