Purbaya Bingung Soal Dana Sapi Kurban Prabowo, Wamensesneg: Anggarannya dari APBN
Dedy Qurniawan May 27, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara detail terkait sumber anggaran pembelian sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk perayaan Idul Adha 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Salahuddin yang berada di kawasan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Purbaya mengatakan dirinya belum memperoleh informasi lengkap mengenai penggunaan anggaran pengadaan hewan kurban Presiden.

Baca juga: Profil Bustanul Arifin yang Bantah Pencoretan Cathlyn Yvaine Dianggap Curang:Tak Ada Penggantian

Ia mengaku masih perlu mengecek lebih jauh terkait sumber dana pembelian sapi kurban tersebut.

Menurut Purbaya, urusan pengadaan hewan kurban kemungkinan lebih dipahami oleh pihak Kementerian Sekretariat Negara.

Bahkan, ia menduga dana pembelian sapi kurban itu bisa saja berasal dari internal kementerian terkait.

"Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu," dia kepada awak media.

Purbaya kemudian meminta wartawan menanyakan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara.

"Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri," ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban pada momentum Idul Adha 2026.

Ribuan sapi tersebut nantinya akan dibagikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mencakup kota dan kabupaten di seluruh daerah.

Juri menjelaskan, pengadaan sapi kurban Presiden tahun ini menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh sapi kurban tersebut dibeli dari para peternak lokal di berbagai daerah.

Menurut Juri, harga setiap sapi berbeda-beda tergantung pada bobot hewan dan lokasi pembelian.

Pemerintah disebut menyesuaikan harga sapi berdasarkan kondisi di masing-masing daerah.

Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban itu diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar.

"Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar," tutup Juri.
 

(TribunTrends.com/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.