Laporan Anggit Pujie Widodo
SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Suasana malam takbiran di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, berubah mencekam setelah seorang pemuda mengalami luka serius akibat ledakan petasan, Selasa (26/5/2026) malam.
Korban bahkan harus menjalani tindakan amputasi pada salah satu jarinya akibat insiden tersebut.
Korban diketahui bernama Mohammad Eka Setyawan (21), warga Dusun Tanggalrejo, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di jalan desa setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, petasan yang dimainkan korban diduga meledak sebelum sempat dilempar.
Ledakan keras itu mengakibatkan luka berat pada tangan kanan korban, disertai luka bakar di area wajah dan telinga.
Baca juga: Tangan Putus, Pria di Gandusari Blitar Tewas Akibat Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Orang Terluka
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.
Korban sendiri hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.
"Korban masih dalam perawatan dan kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa ini," ucap Kompol Yogas dalam keterangan yang diterima SURYAMALANG.COM, Rabu (27/5/2026) siang.
Usai kejadian, warga sekitar langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Mojoagung.
Karena luka yang dialami cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Polisi menerima laporan dari pihak puskesmas sekitar pukul 23.00 WIB.
Tak lama setelah itu, anggota Polsek Mojoagung mendatangi lokasi kejadian sekaligus rumah korban guna melakukan penyelidikan awal.
Namun, menurut Yogas, pihak keluarga korban belum bersedia membuat laporan resmi kepada kepolisian.
"Anggota sudah mendatangi rumah korban, tetapi keluarga tidak berkenan membuat laporan polisi," katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, petasan tersebut diduga diperoleh korban dari seorang temannya.
Meski demikian, polisi belum bisa meminta keterangan rinci karena kondisi korban masih lemah pascakejadian.
Tenaga medis yang menangani korban menyebut ledakan menyebabkan luka serius pada jempol tangan kanan korban hingga harus diamputasi.
Selain itu, korban juga mengalami luka bakar di bagian wajah dan telinga kanan.
"Kondisi korban masih dirawat di RSUD Jombang dan direncanakan menjalani amputasi pada jempol tangan kanan," beber Yogas.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bermain petasan, terutama saat perayaan malam takbiran maupun hari besar lainnya.
Selain membahayakan keselamatan, penggunaan petasan juga berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Jangan bermain petasan karena risikonya sangat besar. Bisa melukai diri sendiri maupun orang lain," pungkas Yogas.
Baca juga: 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Dahsyat di Singosari Malang, Diduga Berasal dari Petasan