Wamen ESDM Tegaskan Tak Ada Kesengajaan dalam Blackout Sumatera: Murni dari Jambi
Tommy Kurniawan May 27, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) bukan disebabkan unsur kesengajaan maupun sabotase.

Menurut Yuliot, gangguan besar tersebut murni dipicu faktor cuaca ekstrem yang mengganggu jaringan transmisi listrik di wilayah Jambi.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni karena faktor alam,” ujar Yuliot saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sambaran Petir Picu Gangguan Sistem Kelistrikan

Yuliot menjelaskan blackout bermula ketika jaringan transmisi listrik di wilayah Jambi tersambar petir saat cuaca buruk melanda.

Akibat gangguan itu, kestabilan sistem kelistrikan Sumatera langsung terganggu karena sebagian besar pasokan listrik untuk wilayah Sumatera bagian utara disuplai dari Sumatera bagian selatan.

“Ketika sambaran petir terjadi, sistem menjadi tidak stabil. Karena pasokan listrik di Sumatera bagian utara banyak disuplai dari selatan, maka gangguan itu berdampak luas hingga menyebabkan blackout,” jelasnya.

Baca juga: Purbaya Buka Suara soal Rupiah Anjlok: Tidak Masuk Akal Kalau Ekonomi Kita Dibilang Lemah

Baca juga: Film Dokumenter Pesta Babi Jadi Sorotan, Ini Pendapat Yusril hingga Yorrys Raweyai

Fenomena Power Swing

Penjelasan serupa disampaikan Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra.

Ia mengungkapkan cuaca ekstrem berupa hujan deras, petir, dan angin kencang memicu fenomena power swing pada sistem kelistrikan Sumatera.

Gangguan tersebut terjadi di jalur transmisi 275 kV New Aur Duri yang berada di Muaro Jambi.

“Gangguan itu kemudian memicu sistem pengamanan otomatis berupa trip atau pemutusan aliran listrik untuk melindungi jaringan,” ujar Edwin.

Akibatnya, pemadaman meluas terjadi di sejumlah daerah seperti Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Sementara wilayah Lampung dan sebagian besar Palembang disebut tidak terdampak blackout.

PLN Pulihkan Sistem Bertahap

Usai gangguan terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap jaringan transmisi sebelum memulai proses penormalan sistem.

Setelah sistem transmisi kembali stabil, PLN kemudian melanjutkan pemulihan pada sisi pembangkit listrik secara bertahap.

Hingga Minggu (24/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, PLN mengklaim sebanyak 176 gardu induk yang sempat terdampak telah kembali beroperasi normal.

Seiring pemulihan tersebut, aliran listrik ke pelanggan juga mulai kembali menyala secara bertahap di berbagai daerah terdampak.

Polri Pastikan Tak Ada Sabotase

Sementara itu, Bareskrim Polri juga memastikan tidak ditemukan unsur sabotase dalam insiden blackout Sumatera tersebut.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan tim gabungan yang melakukan investigasi menemukan adanya kabel transmisi yang putus di lokasi kejadian.

Namun, kondisi menara transmisi disebut masih dalam keadaan baik tanpa kerusakan signifikan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara mendadak akibat faktor cuaca. Saat ini masih dilakukan pendalaman teknis lebih lanjut,” kata Nunung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.

Pihak kepolisian bersama PLN dan Kementerian ESDM masih terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab detail gangguan sistem kelistrikan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.