TRIBUNJATIM.COM - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji buka suara terkait lagu viral berjudul MBG Mas Bahlil Ganteng di media sosial.
Sarmuji mengatakan, partainya merasa diapresiasi atas lagu viral tersebut.
Dia menilai, lagu yang menyebut nama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia itu adalah bentuk kreativitas dan penghargaan atas kerja keras Bahlil.
"Itu, kan, justru berasal dari kreativitas netizen sebagai salah satu bentuk penghargaan netizen atas kerja keras Pak Bahlil. Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan, ya wajar saja, mereka bagian dari netizen juga," kata Sarmuji dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Sosok Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Namanya Jadi Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng
Baca juga: Janji Bahlil Tak Naikkan Harga LPG dan BBM Subsidi: Masa Rakyat Susah, Kita Mau Menaikkan Harga BBM?
Sarmuji mengatakan, partainya tak ambil pusing atas lagu yang viral tersebut.
Lagu ini disebut terkesan menghibur dan tidak perlu dipandang secara berlebihan.
"Ya nggak masalah. Silakan saja. Lagunya terkesan menghibur juga," ujar Sarmuji.
Meme Mas Bahlil Ganteng viral mengepung warganet di pelbagai platform media sosial.
Apakah menguntungkan Golkar dan Bahlil? Netizen mengenal meme berupa jingle itu dengan judul “My Little Bolu Ketan”, lagunya bisa disematkan oleh akun-akun yang membuat video di akun masing-masing.
Begini penggalan liriknya:
MBG, Mas Bahlil ganteng.
Buah apa yang paling manis?
Buahlil.
Tambah ganteng aja
My little bolu ketan.
Akun TikTok VOKALIZ_NETIZEN (@vokaliz_netizen) dengan 1,2 juta follower mengunggah lagu soal Ketua Umum Partai Golkar itu pada 29 April 2026 dan kini disukai 1,1 juta akun.
Akun tersebut rajin mengunggah lagu-lagu olahan artificial intelligence (AI) dengan jenaka.
Baca juga: Respon Menteri Bahlil soal Kabar Kenaikan Tarif Listrik di 2026: Nanti akan Disampaikan
Melansir Pos Belitung, sosok Bahlil memiliki pengalaman dari orang susah menjadi pengusaha sukses.
Bahlil pernah jualan kue dan menjadi sopir angkot ketika SMA.
Bahkan Bahlil Lahadalia adalah seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Utara pada 7 Agustus 1976 dari keluarga yang sederhana.
Ayahnya merupakan seorang kuli bangunan sedangkan sang ibu bekerja sebagai buruh cuci.
Bahlil Lahadalia menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.
Memiliki sikap mandiri sejak kecil, ia kerap membantu keluarganya dengan menjajakkan kue di sekolah.
Bahkan ketika di sekolah menengah, Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi kondektur hingga part time menjadi sopir angkot.
Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi karyawan di bank selama enam bulan.
Begitu selesai kuliah, Bahlil Lahadalia dan temannya kemudian membangun perusahaan, dimulai dari perusahaan konsultan keuangan dan teknologi informasi (TI).
Saat ini, Bahlil memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Bahlil Lahadalia sejak awal telah menyatakan dukungan politiknya pada Pilpres 2019.
Bahlil mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Dia bahkan masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.
Bahlil kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.