Idul Adha Berubah Duka, Raihan Syok Temukan Ayahnya Akhiri Hidup
Kiki Novilia May 27, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bone - Suasana Idul Adha yang seharusnya menggembirakan justru berubah menjadi duka bagi kelaurga Raihan. 

Ia mendapati ayahnya, Burhanuddin (48) mengakhiri hidup di dalam rumahnya di Lingkungan Ceppaga, Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (27/5/2026) pagi.

Saat itu, Raihan datang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan sekitar pukul 06.00 Wita. Namun setibanya di dalam rumah, ia mendapati ayahnya dalam kondisi tak bernyawa di dekat tempat tidur. 

Mengetahui hal tersebut, Raihan kemudian bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan kepada keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Salah seorang warga yang juga merupakan kerabat korban, Ahmad (52), mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut.

Baca juga: Terkuak Kematian Wanita di Kamar Hotel sempat Dikira Akhiri Hidup, Pacarnya Ditangkap

"Kami semua kaget karena korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini. Beberapa waktu terakhir memang beliau lebih sering menyendiri," ujarnya saat dikonfirmasi TribunTimur.

Setelah menerima informasi dari anak korban, keluarga segera mendatangi rumah tersebut dan melepaskan tali yang digunakan korban sebelum memindahkan jenazah ke atas tempat tidur.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan rumah tangga yang dihadapinya dalam beberapa bulan terakhir.

Korban diketahui telah pisah ranjang dengan istrinya yang saat ini berada di Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut disebut-sebut membuat korban tertekan dan lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di wilayah Kelurahan Pappolo. Personel Polsek Tanete Riattang telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga maupun saksi-saksi," katanya.

Rayendra menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi yang dipicu persoalan rumah tangga.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban memang sedang mengalami masalah rumah tangga dan telah berpisah tempat tinggal dengan istrinya sejak beberapa bulan terakhir," jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.

"Pihak keluarga telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang diketahui pihak terkait," tambahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.