4 Insiden Sapi Kurban Mengamuk, Terobos Hajatan di Banyumas Hingga Masuk Warung Kopi di Mempawah
Adi Suhendi May 27, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah diwarnai berbagai peristiwa, mulai dari sapi kurban terobos tempat hajatan hingga warung kopi.

Bahkan tercatat ada korban meninggal dunia akibat terseret sapi yang mengamuk.

Berikut empat peristiwa di momen Idul Adha 2026 yang menjadi sorotan dan viral di media sosial:

1. Sapi Buat Tempat Hajatan Berantakan 

Sebuah video yang menunjukkan seekor sapi berada di tempat hajatan viral di media sosial.

Peristiwa terjadi di di Grumbul Sokawera, Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026) malam. 

Kepala Dusun setempat, Mei Nur Khasanah mengatakan bila sapi yang berada di tempat hajatan warga tersebut merupakan hewan kurban.

Baca juga: Sapi Kurban Jenis Simental di Lamongan Lepas dan Ngamuk, Nyaris Masuk Salon Kecantikan

Peristiwa berawal saat sapi baru datang dan diturunkan dari mobil sekira pukul 19.00 WIB.

Tak jauh dari lokasi diturunkannya hewan kurban ada tempat hajatan yang sedang dipadati tamu undangan.

Sapi yang diduga mengalami stres karena berada di lingkungan baru dengan kondisi ramai warga dan tamu undangan tersebut.

Sapi pun terlepas dan menerjang tenda hajatan warga tersebut.

Akibatnya, beberapa meja dan kursi tamu hajatan rusak karena terjangan sapi tersebut.

Baca juga: 4 Penyebab Sapi Mengamuk Ketika Hendak Disembelih Saat Iduladha, Ini Penjelasan Dokter Hewan

Tamu undangan pun panik dan menyebabkan sejumlah perabotan di lokasi hajatan rusak.

"Kebetulan posisi tenda hajatan lurus di depannya, jadi sapi lari menuju lokasi hajatan," kata Kepala Dusun setempat, Mei Nur Khasanah dikutip dari Tribunjateng, Rabu (27/5/2026).

Akibat kejadian tersebut, sebagian meja dan kursi tamu mengalami kerusakan.

Beberapa toples pecah dan dekorasi bunga di lokasi hajatan juga berantakan setelah tertabrak sapi.

“Beberapa kursi patah, toples pecah, dan bunga dekorasi jadi berantakan,” ujar Mei.

Meski sempat membuat panik tamu undangan, sapi tersebut akhirnya bisa dievakuasi warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tamu undangan sempat heboh dan minggir karena takut, tapi hajatan tidak sampai bubar,” ujarnya.

2. Sapi Terobos Warung Kopi di Mempawah

peristiwa lainnya yang menjadi sorotan pada momen Idul Adha 2026 adalah peristiwa di Jalan Bardannadi, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (25/5/2026) malam.

Dalam rekaman yang beredar viral di media sosial, seekor sapi kurban mendadak mengamuk hingga menerobos sebuah warung kopi.

Peristiwa itu sontak membuat suasana warung menjadi kacau.

Pengunjung yang sedang menikmati kopi panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri setelah sapi berukuran besar tersebut masuk ke area warung.

Pemilik warung kopi, Nurul mengatakan sapi tersebut awalnya diangkut menggunakan mobil pickup oleh dua pria yang sedang melakukan perjalanan menuju Pontianak.

Kedua pria itu kemudian berhenti sejenak di warung untuk beristirahat sambil minum kopi.

“Mereka berhenti sebentar untuk istirahat dan ngopi di warung kami. Awalnya kondisi biasa saja, tapi tiba-tiba sapi di atas mobil berontak lalu lepas,” ujar Nurul dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu (27/5/2026). 

Tak lama kemudian, sapi tersebut melompat turun dari kendaraan dan berlari liar ke arah warung kopi.

Hewan kurban itu bahkan sempat masuk hingga ke bagian dalam warung sehingga memicu kepanikan para pengunjung.

“Pengunjung langsung lari keluar karena takut. Kami juga sempat kaget dan panik karena sapi masuk sampai ke dalam warung,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, suasana warung sempat ricuh karena warga dan pemilik sapi berusaha mengejar sekaligus menjinakkan hewan yang terus memberontak itu.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran sapi terus melawan dan bergerak agresif.

Setelah beberapa waktu, warga bersama pemilik sapi akhirnya berhasil mengamankan hewan kurban tersebut.

3. Sapi Berlari ke Jalan Raya di Ciputat

Peristiwa lainnya yang menjadi sorotan terjadi wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (27/5/2026).

Seekor sapi kurban sempat lepas dan berlari ke jalan raya di kawasan Jalan Ir H Juanda, Ciputat Timur.

Peristiwa pun viral di media sosial karena keberadaan sapi sempat membuat pengguna jalan raya panik.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan sapi kurban tersebut diketahui berasal dari Masjid As Salam, Jalan Semanggi I RT 01/03, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan keterangan panitia kurban bernama Wirjan, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat sapi hendak disembelih.

Namun tiba-tiba sapi tersebut mengamuk hingga talinya terlepas dan langsung berlari ke arah Jalan Ir H Juanda.

"Warga dan panitia sempat berupaya mengejar sapi tersebut yang berlari cukup jauh hingga ke kawasan samping asrama putri UIN di Kelurahan Pisangan," ucap Kompol Bambang kepada wartawan Rabu (27/5/2026).

Sekitar pukul 11.00 WIB, sapi akhirnya berhasil ditangkap. 

Hewan kurban itu kemudian dibawa kembali ke Masjid As Salam menggunakan kendaraan bak terbuka untuk dilakukan pemotongan.

Polisi memastikan tidak ada korban luka maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.

“Anggota Polsek Ciputat telah melakukan pengecekan guna memastikan kondisi di lokasi dan mencari informasi apakah sapi tersebut sudah berhasil diamankan atau belum,” jelas Kapolsek.

4. Sapi Kurban Mengamuk di Banjarmasin

Peristiwa selanjutnya yang menjadi sorotan adalan sapi mengamuk di kawasan Kampung Arab, Gang Ibu, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Akibat peristiwa tersebut seorang warga bernama Zulfikar (53) meninggal dunia setelah diduga terseret sapi kurban yang mengamuk saat hendak dipindahkan pada Selasa (26/5/2026).

Peristiwa bermula saat warga termasuk korban bergotong royong memindahkan sapi kurban ke lokasi penyembelihan.

Namun, ketika baru diturunkan dari mobil pikap pengangkut, hewan tersebut menunjukkan tanda-tanda gelisah dan sulit dikendalikan.

Rahmat, seorang warga setempat, mengatakan sapi tersebut diduga mengalami stres sehingga menjadi agresif.

"Informasinya sapi ini memang sudah mengamuk sejak diturunkan dari mobil pickup. Mungkin stres," ujarnya.

Saat proses pemindahan berlangsung, korban diketahui memegang tali pengikat sapi. 

Tanpa diduga, hewan tersebut berlari dengan sangat cepat hingga menyeret korban yang tangannya terlilit tali.

Korban terseret cukup jauh di sepanjang jalan kampung yang dipadati warga.

"Korban sempat terseret lumayan jauh. Kira-kira sekitar 50 meteran," kata Rahmat.

Dalam kondisi terseret, tubuh korban diduga membentur sapi lain yang sebelumnya telah berhasil diamankan warga. 

Benturan keras tersebut membuat korban terlepas dari tali dan terjatuh tak sadarkan diri.

Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung panik dan berusaha memberikan pertolongan.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, setelah menjalani penanganan, nyawa Zulfikar tidak berhasil diselamatkan. 

Korban dinyatakan meninggal dunia pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, sapi yang sempat mengamuk akhirnya berhasil diamankan secara bersama-sama oleh warga setempat. 
(Tribunnews.com/ Tribunjateng.com/ BanjarmasinPost.co.id/ Tribunpontianak.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.