Tradisi Makan Balanjuang di Padang Usai Idul Adha, Penyintas Bencana Kapalo Koto Gelar Doa Bersama
Rahmadi May 27, 2026 11:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Penyintas bencana di Hunian Sehat dan Layak (Hunsela) Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang menggelar tradisi makan balanjuang di Padang serta doa bersama pada Kamis (28/5/2026).

Warga Kelurahan Kapalo Koto melestarikan kegiatan ini secara turun-temurun setiap momen penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Konsep kegiatan ini melibatkan warga yang gotong royong mengumpulkan bahan makanan, memasak di lokasi kurban, lalu memakan hidangan tersebut secara lesehan untuk memupuk rasa kebersamaan.

Pada Idul Adha 2026 ini, makan "balanjuang" kembali dilaksanakan, setelah sapi dan kambing disembelih nantinya.

Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham mengatakan bahwa makan "balanjuang" memang tradisi kami setiap tahunnya saat Idul Adha.

Kata dia, tradisi ini merupakan ucapan rasa syukur atas momen Idul Adha dan menjadi momen berkumpulnya para masyarakat.

Baca juga: Warga Pasaman Barat Serbu Masjid Al-Falah, Saksikan Sembelih Sapi Kurban Presiden Seberat 916 Kg

"Ini sudah tradisi kami turun temurun, saat kurban pada Idul Adha, selalu makan "balanjuang" atau bersama," kata Ilham, Rabu (27/5/2026).

Selain makan balanjuang, korban bencana di hunsela Kapalo Koto juga akan mengadakan doa bersama.

Sedangkan, jumlah hewan kurban yang akan disembelih pada Kamis (28/5/2026) esok, antara lain satu elor sapi dan lima kambing.

"Total ada enam hewan kurban, satu sapi dan lima kambing," pungkasnya.

Ia menambahkan, makan "balanjuang" atau bersama dapat dilaksanakan oleh warga dengan kurban minimal satu ekor kambing.

Apabila syarat tersebut sudah dipenuhi, maka setiap tahunnya masyarakat tidak akan pernah absen mengadakannya.

"Minimal satu ekor kambing, sudah pasti dilaksanakan makan balanjuang," tambahnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.