Teheran Sebut Serangan AS ke Iran Selatan Langgar Gencatan Senjata
Ryan Nong May 28, 2026 12:19 AM

POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Teheran menuding Amerika Serikat (AS) melakukan "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata melalui serangan udara terbaru yang dilancarkan ke wilayah Iran Selatan.

Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan sejumlah lokasi rudal Iran serta kapal-kapal yang diduga berupaya menempatkan ranjau telah menjadi sasaran dalam apa yang disebut sebagai "serangan untuk membela diri" di Iran selatan pada Senin, demikian dikutip dari BBC.

Kementerian luar negeri Iran menyatakan pihaknya menilai AS bertanggung jawab atas konsekuensi dari "tindakan agresif dan tidak dapat dibenarkan" di wilayah Hormozgan, yang memiliki garis pantai di Selat Hormuz—jalur perairan penting yang sebelumnya diblokade Iran sehingga memicu lonjakan harga energi dunia.

Belum jelas dampak serangan tersebut terhadap perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik.

Baca juga: Menjelang Kesepakatan Damai, Militer Iran Tembak Drone Mata-mata Israel

"Tanpa ragu, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan tindakan jahat apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran," demikian pernyataan resmi Iran.

AS dan Israel memulai perang dengan Iran pada 28 Februari 2026 melalui gelombang serangan mematikan, termasuk serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu.

Setelah berminggu-minggu pertempuran, gencatan senjata disepakati pada 8 April 2026 dan sebagian besar dipatuhi sejak saat itu, meskipun sempat terjadi sekali bentrokan pada awal Mei.

Dalam pernyataannya, Centcom mengatakan pasukan AS "melaksanakan serangan untuk membela diri di Iran selatan hari ini guna melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran." (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.