Rupiah Ambruk hingga Rp17.800, Reaksi Purbaya Disorot
Kiki Novilia May 28, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bereaksi soal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang anjlok hingga Rp 17.800. 

Dikatakan Purbaya, dirinya merasa stres dengan kondisi lemahnya rupiah tersebut. Hal ini dia sampaikan saat ditemui di kawasan Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta pada Rabu (27/5/2026), dikutip dari Kompas

"Iya saya stres," ucap Purbaya sambil tertawa. 

Meski begitu, ia memastikan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah tidak mengharuskan pemerintah menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Nggak, kita sudah hitung asumsi APBN," ungkap Purbaya.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Saya Tidak Tahu

Purbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.

Menanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.

Untuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.

Melalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.

Karena itu, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.

Tak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.

Tujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.

Menanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.