BNN Sebut Anak Bupati di Riau Positif Ganja karena Terpapar Asap, Kini Rehabilitasi Rawat Jalan
Septrina Ayu Simanjorang May 28, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - BNNK Pekanbaru menyebut anak bupati di Riau positif ganja karena terpapar asap.

Kini pelaku berinisial AF itu pun menjalani rehabilitasi rawat jalan.

AF diamankan bersama 13 orang lainnya di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau.  

Baca juga: Pemko Tanjungbalai Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Masjid As Salamah untuk Warga Muslim

Diduga AF melakukan pesta narkoba bersama teman lelaki dan sejumlah wanita. 

Aksi pesta narkoba tersebut digerebek aparat gabungan Polisi Militer (Pom) TNI AD Pom TNI AU dan Propam Polda Riau, Minggu (24/5/2025) dini hari. 

Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Wawan Setiawan mengatakan, hasil asesmen 1 orang pelaku lanjut ke tingkat penyidikan atau ditahan.

Baca juga: Efek Jokowi dan Gelombang Tokoh Baru di PSI: Optimis di Pileg 2029, Tapi Tak Boleh Lampaui Gerindra

Lalu, 1 orang dilakukan rawat inap selama 3 bulan dan 11 orang pelaku lainnya rawat jalan 3 sampai 6 kali termasuk AF.

Wawan menyebut, untuk pelaku AF, yang diketahui anak anak pejabat, positif ganja dan etomidate. 

"Itu positif ganja dan etomidate," sebut Wawan saat diwawancarai Kompas.com dalam konferensi pers di Polresta Pekanbaru, Selasa.

Wawan, menegaskan AF tidak terbukti menggunakan ganja secara langsung maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Baca juga: PRIA Ngaku Pakai HP di Lapas Asal Bayar 3 Juta dan Singgung Lapas Lubukpakam, Kalapas:Jangan Percaya

"Tersangka inisial AF positif etomidate dan ganja. Tetapi untuk ganja, dia tidak menggunakan ganja, termasuk juga dibenarkan dengan keterangan dua orang pengguna ganja lainnya," ujar Wawan.

Wawan menjelaskan, hasil pendalaman tim asesmen menemukan bahwa AF diduga terpapar asap ganja saat berada di dalam toilet tempat dua tersangka lain menghisap ganja.

"Kok bisa tidak menggunakan ganja, tapi tiba-tiba positif? Ternyata, dua tersangka yang menggunakan ganja, mereka menghisap ganja di dalam toilet. Lalu AF masuk ke toilet tersebut," jelasnya.

Baca juga: PRIA Ngaku Pakai HP di Lapas Asal Bayar 3 Juta dan Singgung Lapas Lubukpakam, Kalapas:Jangan Percaya

Menurut Wawan, pihaknya juga telah meminta penjelasan medis terkait kemungkinan seseorang dinyatakan positif ganja akibat menghirup asap di ruangan tertutup.

"Dan saya tanya ke dokter, apakah bisa positif ganja jika situasinya seperti itu, menghirup asap di udara? Ternyata bisa. Dan yang bersangkutan mengaku tidak menggunakan ganja," katanya.

Berdasarkan hasil asesmen gabungan dari tim hukum dan tim medis, AF dinyatakan tidak terlibat jaringan narkotika dan masuk kategori pengguna narkotika ringan.

"Masukan dari tim hukum dan tim medis, bahwa yang bersangkutan tidak terlibat jaringan dan menggunakan narkotika kategori ringan, diputuskan dirawat jalan di BNN Kota Pekanbaru sebanyak empat kali," tutup Wawan.

Identitas Pelaku

Polisi menerima penyerahan 13 orang pelaku, terdiri dari 8 pria dan 5 wanita. 

Mereka berasal dari Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

Pelaku laki-laki berinisial KS (32), RR (22), GFA (23), TT (28), AF (21) FAY (24), FER (22) dan IRF (22). 

Baca juga: NILAI Rupiah Terus Melemah, Kini Tembus Rp 17.800 Per 1 Dolar AS, Purbaya: Iya Saya Stres

Kemudian, lima wanita, FA (23), RR (23), SAP (22), SA (23) dan ARS (23). 

Petugas menyita barang bukti ganja kering sebanyak 9,8 gram serta 4 buah cairan etomidate dari pelaku FER. 

Kemudian, petugas menyita 1,2 gram ganja kering dari pelaku FAY. 

Polisi tidak menampilkan barang bukti narkotika yang disita dari para pelaku. 

"Barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga tidak bisa kami tampilkan," kata Muharman. 

Ilustrasi (HO)

Para pelaku, lanjut dia, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan cek urine. Hasilnya, semua pelaku positif narkoba. 

"Tiga orang positif memakai ganja, selebihnya positif etomidate," sebut Muharman.

Terkait dugaan keterlibatan anak pejabat Kabupaten Pelalawan, Kombes Muharman tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan. 

"Untuk latarbelakang pelaku, maaf kami tidak bisa menjawab," kata Muharman. 

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.