Heboh WNA Asal Brunei Darussalam Tewas Dianiaya, Pelaku Selebgram Negara yang Sama
M Zulkodri May 28, 2026 01:24 AM

 

POSBELITUNG.CO--Kasus keributan yang terjadi di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berujung maut setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan.

Polisi kini telah mengamankan pelaku yang diketahui juga berasal dari negara yang sama.

Korban berinisial MHF (30) meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat hantaman benda keras yang diduga botol kaca dalam insiden yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Benar telah terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," ujar Budi.

Keributan Diduga Dipicu Adu Mulut

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula ketika korban sedang berada di lokasi bersama seorang saksi.

Beberapa orang kemudian datang dan sempat berbincang bersama korban.

Tak lama kemudian, pelaku berinisial MIA (33) yang juga seorang selebgram Mohammad Irman Ali atau Woodyrman tiba bersama rekannya menggunakan mobil.

Menurut polisi, pelaku saat turun dari kendaraan membawa sebuah paper bag yang diduga berisi botol kaca.

"Kemudian pelaku menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub," kata Budi.

Situasi kemudian memanas hingga keributan berpindah ke area dekat toko olahraga yang berada tidak jauh dari lokasi awal.

Polisi menyebut pelaku diduga secara tiba-tiba memukul korban menggunakan botol kaca yang dibawanya hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Korban Sempat Dirawat 10 Hari

Usai kejadian, korban sempat dibawa ke tempat penginapan di sekitar lokasi sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami cedera serius pada bagian kepala.

Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra menyebut hasil rekam medis menunjukkan adanya benturan di bagian belakang kepala, hematoma pada area mata kiri, serta cedera pada tulang selangka.

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama sekitar 10 hari.

Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026).

Polisi Ungkap Dugaan Motif

Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan bersama Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap pelaku di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5/2026).

Polisi mengungkapkan bahwa korban dan pelaku ternyata saling mengenal.

Katimsus Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel menyebut dugaan sementara pertikaian dipicu persoalan pribadi.

"Untuk pemeriksaan sementara ini, terlibat adu mulut dan adu pukul antara korban dan pelaku itu disebabkan adanya masalah pribadi, karena korban dan pelaku itu saling kenal," jelas Breggy.

Polisi juga mengungkap pelaku mengaku berada dalam pengaruh minuman beralkohol ketika kejadian berlangsung.

"Terduga pelaku menyatakan dirinya dalam pengaruh minuman beralkohol atau minuman keras," katanya.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus Viral di Media Sosial

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah video dugaan penganiayaan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat terjatuh setelah insiden di lokasi kejadian.

Sementara polisi masih mendalami secara menyeluruh kronologi, motif, serta kemungkinan adanya unsur lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.