TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 485 ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Rabu (27/5/2026).
Hewan kurban tersebut disembelih, lalu dagingnya didistribusikan ke masjid, pesantren, organisasi masyarakat, hingga panti asuhan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyebut kegiatan kurban merupakan agenda rutin organisasi di daerah.
“Idul Adha itu ibadah spiritual sekaligus sosial,” ujar Said.
Sebagian daging kurban disalurkan melalui struktur organisasi di daerah dan diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta lembaga sosial. Warga di sekitar kantor DPC juga menjadi penerima distribusi.
Baca juga: 4 Insiden Sapi Kurban Mengamuk, Terobos Hajatan di Banyumas Hingga Masuk Warung Kopi di Mempawah
Said memaparkan, 64,4 persen penduduk Jawa Timur bekerja di sektor informal, lebih tinggi dari rata-rata nasional 59,4 persen, yang berdampak pada stabilitas pendapatan rumah tangga.
Ia juga menyoroti konsumsi daging sapi di Jawa Timur yang berada pada kisaran 6–9 gram per kapita per minggu, jauh di bawah rata-rata global 150–200 gram.
“Jawa Timur memasok kebutuhan daging lokal dan nasional, sementara tingkat konsumsi daging dan kecukupan gizi rakyatnya sendiri masih rendah,” kata Said yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya kesenjangan antara peran daerah sebagai produsen dan tingkat konsumsi masyarakatnya sendiri.
Distribusi daging kurban dilakukan melalui jaringan organisasi di tingkat daerah untuk menjangkau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai wilayah Jawa Timur.