TERPOPULER KALSEL - Ulama Gambut Wafat, Geger Mayat di Astambul dan Tewas Terseret Sapi
M.Risman Noor May 28, 2026 07:51 AM

Baca juga: Satu Upaya Warga Supaya Banjir di Desa Baruh Penyambaran HSS Kalsel Tak Menimbulkan Gelombang Besar

Baca juga: Menanti Nakhoda ULM 2026, Tantangan IKU Berbasis Dampak dan Ironi Kesejahteraan Dosen

1. Ulama Gambut Wafat

Innalillahi, salah satu tokoh agama di Gambut kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan meningggal dunia. 

Duka pun menyelimuti kalangan ulama, umara, santri, termasuk pula jemaah beliau. 

Beliau yang wafat adalah Al Walid Al Habib Ali bin Abdullah Alaydrus. Beliau adalah penasihat Majelis Ihya' Ulumuddin dan Media Ibn Ali.

Beredar informasi duka dan ucapan yang disampaikan melalui media sosial termasuk melalui WhatsApp group.

"Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, murid, sahabat, dan masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai tokoh yang membimbing umat melalui dakwah dan majelis ilmu," ujar salah satu santrinya, Rahman.

"Innalilahi wa inna ilahi rajiun. Informasi yang kami terima, akan dikubur habis asar insyaallah samping rumah almarhum," katanya. 

Meninggalnya tokoh agama ini juga dibenarkan oleh Camat Gambut, Ramdhani.

"Benar informasi duka tersebut," jelasnya.

Baca juga: Satu Upaya Warga Supaya Banjir di Desa Baruh Penyambaran HSS Kalsel Tak Menimbulkan Gelombang Besar

2. Temuan Mayat Mengapung di Sungai Tuan 

Warga di Desa Sungai Tuan, Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan geger temuan mayat mengapung di sungai pada Rabu (27/5/2026) pagi . 

Warga di sekitar lokasi atas temuan mayat itu langsung melaporkan ke pihak aparat berwajib termasuk ke tim penyelamat atau Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar.

Atas informasi  itu pihak kepolisian dan Tim rescue langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.  Informasi awal diterima petugas sekitar pukul 08.03 Wita. 

Kasi Sarana Prasarana dan Humas DPKP Kabupaten Banjar, Rudi Muzakkir, membenarkan informasinm masuk soal itu.

Dia mengatakan laporan yang diterima petugas merupakan kategori penyelamatan non kebakaran atau rescue penemuan mayat.

“Setelah menerima informasi, personel langsung bergerak menuju lokasi. Saat tiba di TKP, korban ditemukan dalam kondisi mengambang di sungai,” ujar Rudi.

Rudi menjelaskan, sebanyak tujuh personel Rescue Kajama dari Pleton 1 diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. 

Petugas kemudian berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Banjar yang melakukan penanganan awal di tempat kejadian.

Setelah proses identifikasi awal dilakukan, jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas DPKP bersama relawan gabungan.

Selanjutnya korban dibawa menggunakan ambulans relawan EBR menuju ruang pemulasaran RS Raza untuk penanganan lebih lanjut.

"Proses evakuasi berlangsung lancar berkat sinergi antara petugas, kepolisian dan relawan di lapangan.

Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat sehingga proses penanganan dapat berjalan cepat dan aman,” kata Rudi. 

Disampaikan dia, jika jenis kelamin pada jasad yang ditemukan yakni berjenis kelamin pria atau laki-laki.

Baca juga: Isi Keluhan Peternak di Desa Sungairiam Pelaihari Tanahlaut Kalsel, Berjuang Agar Tetap Bertahan

3. Tewas Terseret Sapi

Suasana persiapan Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Kampung Arab, Gang Ibu, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan mendadak berubah mencekam, Selasa (26/5/2026). 

Seorang pria paruh baya bernama Zulfikar (53) alias Opek meninggal dunia usai diduga terseret sapi kurban yang mengamuk saat hendak dipindahkan.

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Sejumlah warga terlihat berkumpul di lokasi kejadian setelah sapi kurban tiba-tiba lepas kendali dan berlari kencang di kawasan permukiman padat tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat korban bersama warga lainnya hendak memindahkan sapi dari satu tempat ke lokasi lain.

Namun sebelum dipindahkan, sapi tersebut diduga sudah dalam kondisi tidak tenang sejak baru diturunkan dari mobil pikap pengangkut

Rahmat, warga setempat mengatakan, sapi sempat mengamuk dan sulit dikendalikan.

“Informasinya sapi ini memang sudah mengamuk sejak diturunkan dari mobil pickup. Mungkin stres,” ujarnya.

Saat proses pemindahan berlangsung, korban diketahui memegang tali pengikat sapi tersebut.

Namun secara tiba-tiba sapi berlari kencang hingga membuat korban ikut terseret karena tangannya terlilit tali.

“Korban sempat terseret lumayan jauh. Kira-kira sekitar 50 meteran,” katanya.

Dalam kondisi terseret itu, tubuh korban diduga membentur sapi lain yang sebelumnya sudah dipindahkan warga.

Benturan keras membuat tali terlepas dari pegangan korban dan ia langsung terjatuh dalam kondisi tak sadarkan diri.

Warga yang panik kemudian berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Opek dikabarkan meninggal dunia pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, sapi yang sempat lepas juga memicu kepanikan warga sekitar Kampung Arab. Hewan tersebut berlari liar sebelum akhirnya berhasil diamankan bersama-sama oleh warga setempat.

Hingga malam hari, suasana duka masih menyelimuti kawasan tempat tinggal korban. Sejumlah warga tampak berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Prosesi penyembelihan sapi pun di kawasan tersebut pada Rabu pagi dibatalkan. Warga memilih untuk menyemayamkan jenazah korban. Sementara prosesi penyembelihan dilakukan pada Kamis (28/5/2026) besok.

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.